Beranda Pendidikan Mengenang Hari Guru Nasional di Masa Pandemi

Mengenang Hari Guru Nasional di Masa Pandemi

775
0
Yudi Damanhuri, seorang Pengajar di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Anyer, Kabupaten Serang

SERANG – beberapa hari lalu tempatnya pada Rabu (25/11/2020) diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Yudi Damanhuri, seorang Pengajar di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Anyer, Kabupaten Serang mencoba memaknai hari guru di masa pandemi ini.

“Siapa pun pernah menjadi murid. Siapa pun butuh penuntun untuk mencapai tujuan. Di sanalah peran guru jadi acuan. Setelah saya melalui proses dari murid bermetamorfosis menjadi guru, tak terbayang bagi saya rasa kagum dan bangga akan para pendahulu yang tekun mengajari murid-muridnya. Tentu saja seorang guru yang baik akan senantiasa terus belajar karena hakikat belajar itu melebur baik pada guru maupun murid,” kenang Yudi, Minggu (29/8/2020).

Di masa pandemi ini penghormatan kepada guru terasa berkurang lantaran sekolah beralih via daring. Yudi berpesan bahwa ketegasan dan sikap guru ketika proses pembelajaran daring itu sangat diperlukan. Agar mendapatkan perhatian dari muridnya.





“Pembelajaran daring memang sebenarnya kurang efektif tinimbang luring. Selain itu, siswa akan segan dan hormat pada guru apabila guru tidak hanya banyak memberikan tugas, tapi juga memotivasi agar semangat belajar,” terang pria 29 tahun ini.

Namun baginya, sepahit apa pun pengalaman dengan guru, saat kini ia berprofesi sebagai guru rupanya hal-hal yang terjadi di masa lalu bisa dijadikan pengalaman dan pembelajaran dirinya saat menghadapi murid.

“Kalimat-kalimat pedas, membakar, dan memotivasi saya alami saat saya dan teman kelas melakukan pelanggaran yang sepatutnya memang dihukum. Saya rindu berdebat dan diskusi dengan kawan dan guru yang menyentuh, dua hal tersebut menjadi pengalaman yang amat berharga hingga saat ini,” ucapnya.

Tidak bisa dipungkiri, ia juga memiliki kedekatan dengan seorang atau dua orang guru yang mata pelajarannya disukai, dan langsung menjadi guru favorit, semisal Bahasa Indonesia, Sejarah, atau guru yang mengait-silangkan mula pembelajaran dengan isu-isu teraktual dan menarik untuk didiskusikan dengan guru yang terbuka.

“Untuk yang terfavorit bagi saya guru yang tegas dan mau saling berbagi pengetahuan,” tambahnya.

Dalam situasi Covid-19 ini, pertemuan dengan murid-muridnya jadi tidak intens lagi. Namun meski begitu, di tempat sekolahnya mengajar, penerapan 3M sangat diperhatikan dan dilakukan.

“Seluruh civitas dan para karyawan yang memang sekolah berasrama, wajib menggunakan masker. Tempat cuci tangan tersedia di depan kelas dan koridor selasar ruangan yang mudah dijangkau. Intinya kami ikut apa yang pemerintah anjurkan,” imbuhnya.

Ia berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali normal.

“Dari pandemi ini kita dapat ambil pelajaran bagaimana hidup bersih dan sehat harus lebih diperhatikan,” sarannya.

(AU/Red/SG)