Beranda Opini Mengatasi Kejenuhan Pembelajaran Jarak Jauh

Mengatasi Kejenuhan Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran Jarak jauh - foto istimewa

Oleh : Itsbat Valuti

Sudah setahun lebih sejak pandemi Covid-19 menyerang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dampak dari adanya Covid-19 mempengaruhi juga sektor pendidikan di Indonesia, dan pendidikan Indonesia mengalami perubahan dari yang semulanya belajar di sekolah dan bertemu dengan guru dan teman-teman, lalu berubah menjadi belajar dirumah dan menjadi belajar online. Yang biasa dikenal oleh khalayak umum dengan sebutan “Daring” atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menurut KBBI kata “daring” adalah dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya. Daring adalah metode pembelajaran jarak jauh berbasis online, biasanya dalam mengikuti Daring/ Pembelajaran Jarak Jauh pasti memiliki kendala-kendala yang menjadikan kita malas atau tidak bisa memahami pembelajaran yang sedang dipelajari.

Dengan sistem PJJ, maka mayoritas siswa yang kami interview mengatakan bahwa mereka merasa bosan saat melaksanakan PJJ. Ada yang merasa bahwa PJJ membuat mereka sangat lelah dan bosan, ada juga yang mengatakan sistem pembelajaran PJJ memudahkan mereka untuk mencari informasi dan pembelajaran terkadang juga menjadi lebih mudah. Beberapa yang lain mengalami permasalahan mental, contohnya dapat
berupa depresi, beban mental yang berat, kebosanan, dll.

Akibatnya, siswa akan menjadi terhambat dalam pelajaran, menjadi lebih malas, lebih sensitif, menjadi lebih pendiam, selalu overthinking tentang tugas yang menumpuk dan sebagainya. Masalah mental ini dapat mengganggu kondisi mental dan fisik bagi para siswa yang terdampak. Supaya tidak terjadi hal-hal tersebut maka kita harus mengantisipasi dan menyiapkan cara untuk mencegah agar tidak terjadi hal-hal tersebut yang memengaruhi para siswa. Contoh yang dapat dilakukan di rumah saat PJJ adalah;

1. Beribadah dengan rajin

Dengan beribadah dapat membantu kita lebih tenang dan fokus lalu juga akan mengingatkan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah beribadah bagi yang beragama Islam juga dapat mengaji supaya hati dan pikiran dapat tenang. Dan selain mengaji kita juga dapat berdoa untuk meminta tolong kepada Tuhan
Yang Maha Esa untuk membantu segala urusan-urusan yang terjadi dalam keseharian kita.

2. Berstirahat yang cukup

Manusia bukanlah seorang robot yang bisa melakukan semua hal, manusia adalah makhluk biasa yang kenal akan rasa lelah. Manusia sering kali melakukan aktivitas-aktivitas berat, akibat dari aktivitas berat ini dapat membuat manusia mengidap penyakit mental dan fisik. Dengan istirahat yang cukup kita dapat memaksimalkan tugas-tugas yang sedang dikerjakan. Cara ini cukup ampuh, hampir dari 8 dari 10 siswa yang kami interview di SMAN 6 Kota Tangerang Selatan mengatakan cara ini ampuh dan mereka semua tidak merasa bosan saat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh.

3. Melakukan hal-hal yang menyenangkan

Dengan melakukan hal-hal yang kita anggap menyenangkan dapat membuat hati kita senang, lalu hati kita juga akan menjadi lebih tenteram dan lebih rileks. Misalnya melakukan hobi yang sering kita lakukan seperti menyanyi, bermain bersama teman, bermain game online, dstnya. Tapi juga perlu diingat jangan terlalu lama melakukan hobi karena tugas-tugas yang diberi juga harus diselesaikan.

4. Berolahraga

Luangkan waktu untuk berolahraga minimal 15 menit setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuh, dan juga dapat meningkatkan mood kita. Contoh olahraga yang dapat dilakukan di rumah atau di area sekitar rumah dapat berupa jogging, bersepeda, bermain badminton dan cukup dilakukan selama 15 menit bisa
membuat badan kita menjadi sehat dan bugar.

5. Mengucapkan terima kasih kepada diri sendiri

Dengan mengucapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri, kita bisa merasakan arti rasa bersyukur karena dapat bertahan dari hal-hal berat yang dialami oleh kita selama ini. Memberikan penghargaan kepada kita sendiri karena telah kuat bertahan mental, fisik, dan hati.

Permasalahan di masa pandemi ini, memberikan kita banyak pelajaran yang harus kita syukuri. Seperti nikmat sehat dan menjaga kondisi kita supaya tidak bosan dan lelah dengan Pembelajaran Jarak Jauh ini. Dan jangan lupa dengan tugas yang diberikan. Kita boleh saja melakukan hobi atau melakukan hal lain yang kita anggap membuat kita rileks, tapi jangan lupa dengan kewajiban belajar yang kita emban. Semoga masa pandemi segera berakhir, kita dikuatkan dan diteguhkan dalam menghadapinya, dan semoga rindu segera terobati dengan dipertemukan dalam Pembelajaran Tatap Muka. Tetap semangat dan jaga kesehatan. (Red)