Beranda Komunitas Mengadopsi Gaya Belajar Australia, Pria Asal Pandeglang Ini Dirikan Saung Inggris Kanguru

Mengadopsi Gaya Belajar Australia, Pria Asal Pandeglang Ini Dirikan Saung Inggris Kanguru

3808
0
Pendiri Saung Inggris Kanguru Abbadi Thalib, warga Kampung Babakan, Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. (Foto: Afifah/Bantennews)

 

SERANG – Di era global seperti saat ini, kemampuan Bahasa Inggris sangat penting untuk membuka kesempatan berkarier dan meraih kesuksesan di ranah global.
Hal ini dikatakan Pendiri Saung Inggris Kanguru Abbadi Thalib, warga Kampung Babakan, Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.

Demi mencetak generasi unggul dengan pengetahuan bahasa asing yang mumpuni, pria berusia 32 tahun ini mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak di kampungnya.



Pada Maret 2020, Abbadi menginisiasi berdirinya kursus Bahasa Inggris, tempat dimana anak-anak dari pedalaman Pandeglang bisa belajar tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Memang di desa saya ini sangat minim mereka yang mengerti Bahasa Inggris. Di sekolah juga baru dikasih pelajaran Bahasa Inggris pas kelas 4, dan metode pengajarannya pun cenderung monoton. Dari situ saya ingin berbagi ilmu ke anak-anak desa saya,” kata Abbadi.

Tak butuh waktu lama, niat baik Abbadi langsung mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat. Bahkan, kini ia mendapat banyak permintaan untuk membuat kursus serupa di area lain, seperti di Serang dan Lebak.

“Alhamdulillah sejauh ini dari tingkat PAUD totalnya ada 45 murid dan SD ada 25 murid. Bahkan yang belajar gak hanya anak-anak, orang tua yang mendampingi pun secara gak langsung ikutan belajar juga,” ungkap Abbadi.

Memanfaatkan dua tempat, yakni halaman depan rumah dan saung dekat rumahnya, dikatakan Abbadi, dalam mengajar dirinya dibantu sang istri, adik, dan sejumlah sukarelawan.

Dalam proses pembelajaran, Abbadi membagi dua kelas, yakni untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setiap Senin dan Kamis, dan tingkat Sekolah Dasar (SD) dilakukan setiap hari Selasa dan Jumat.

“Kalau Sabtu atau Minggu kami gunakan untuk aktivitas seperti senam pagi dan aktivitas lainnya yang merangsang kepekaan anak. Kami juga sedikit banyak mengajarkan budaya luar, supaya mereka termotivasi dengan melihat potensi positif yang bisa diambil,” pungkasnya.

Konsep yang dibawa Saung Inggris Kanguru dikatakan Abbadi menggunakan cara belajar ceria dan interaktif melalui permainan, komunikasi dua arah, pemberian hadiah, serta gaya bercerita. Metode pengajaran ini diakui Abbadi ia dapat dari pengalamannya tinggal di Australia.

Abbadi bercerita dirinya pernah tinggal dan bekerja di Negeri Kanguru itu selama lebih dari tiga tahun. Usut punya usut, selain bekerja, Abbadi juga mengikuti kursus Bahasa Inggris di dua tempat, yakni Central Queensland University dan Holmesglen College.

“Di Australia itu gaya belajarnya dua arah, gak hanya guru yang mengajar tetapi murid juga ikut terlibat. Image bahasa inggris yang susah dipelajari itu gak terlihat disana, karena mereka menggunakan metode adaptif, jadi murid itu diajarkan untuk nyaman terlebih dulu dengan apa yang akan dipelajari,” pungkasnya.

Berkaca dari sanalah, ia ingin anak-anak di kampungnya merasakan hal yang sama. Abbadi berharap melalui cara belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan, anak didiknya tergerak memiliki memiliki mimpi besar dalam meraih kesuksesan.

“Tantangan diluar itu besar banget. Kalau ingin go international, kemampuan Bahasa Inggris itu adalah jembatannya. Apa salahnya kita yang masih kecil punya mimpi yang besar, karena itu tidak hanya berpengaruh ke diri sendiri, tapi juga keluarga dan orang sekitar,” kata Abbadi. (Afifah/Mg/Red)