Beranda Peristiwa Menelusuri Jejak Sejarah Jatiuwung, Kampung Para Penguasa Lokal di Kota Tangerang

Menelusuri Jejak Sejarah Jatiuwung, Kampung Para Penguasa Lokal di Kota Tangerang

Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang di Jalan Gatot Subroto Km. 5

TANGERANG – Berbicara mengenai sejarah Kota Tangerang, nama Jatiuwung menjadi salah satu wilayah yang menyimpan jejak panjang perjalanan peradaban. Kawasan yang kini dikenal sebagai daerah permukiman dan industri padat itu, dulunya merupakan kampung yang dipenuhi pohon jati dan menjadi tempat bermukim para tokoh berpengaruh pada masanya.

Asal-usul penamaan Jatiuwung merujuk pada dua kata, yakni jati dan uwung. Jati merujuk pada pohon jati (tectona grandis) yang dahulu tumbuh subur di kawasan tersebut, sementara uwung bermakna penguasa atau pejabat lokal. Kombinasi keduanya menggambarkan sebuah kampung yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga menjadi pusat kekuasaan lokal.

Sejarawan lokal Burhanudin, dalam bukunya “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang”, mengungkapkan bahwa Kampung Jatiuwung sejak lama dikenal sebagai tempat tinggal para pejabat dan tokoh penting, bahkan sejak masa kolonial Belanda.

“Asal usul nama Jatiuwung disebabkan daerah ini banyak dihuni tokoh-tokoh besar seperti K.H Ahmad Sairun yang pernah menjadi Bupati Tangerang atau Patih pada masa kolonial hingga awal republik,” tulis Burhanudin.

Tak hanya menjadi hunian para penguasa, Jatiuwung juga dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan. Sejumlah ulama dan kiai besar pernah bermukim dan berkiprah di wilayah ini, salah satunya K.H Barmawi, sosok ulama yang namanya dikenal luas sejak dahulu kala dan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan keagamaan masyarakat sekitar.

Namun, seiring berjalannya waktu, wajah Jatiuwung perlahan berubah. Pohon-pohon jati yang dahulu menjadi ciri khas kawasan ini kini nyaris tak lagi ditemukan. Perubahan tersebut tidak lepas dari pesatnya perkembangan wilayah yang bertransformasi menjadi kawasan permukiman padat dan sentra industri penopang perekonomian Kota Tangerang.

“Selain karena masa tanam pohon jati yang membutuhkan waktu puluhan tahun, kawasan ini telah berkembang menjadi wilayah industri dan permukiman padat, sehingga habitat alami pohon jati pun hilang,” lanjut Burhanudin.

Baca Juga :  Mbah Moen Tutup Usia di Tanah Suci

Saat ini, Kampung Jatiuwung secara administratif telah menjadi kelurahan yang berada di bawah wilayah Kecamatan Cibodas. Menariknya, nama Jatiuwung juga diabadikan sebagai nama salah satu kecamatan di Kota Tangerang, menandakan kuatnya jejak sejarah dan identitas kawasan tersebut dalam perjalanan kota.

Di tengah modernisasi dan industrialisasi, Jatiuwung tetap menyimpan kisah masa lalu yang menjadi bagian penting dari mozaik sejarah Kota Tangerang—sebuah pengingat bahwa di balik deru mesin pabrik dan padatnya permukiman, pernah berdiri kampung yang rindang oleh pohon jati dan dihuni para tokoh berpengaruh pada masanya.

Tim Redaksi