KAB. SERANG — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Kabupaten Serang menjadi pusat pembinaan Al-Quran nasional.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Training Centre (TC) calon kafilah MTQ Kabupaten Serang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Sabtu (23/5/2026).
TC yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Serang itu menyeleksi 65 peserta hasil pembinaan dari lima zona di Kabupaten Serang untuk menghadapi MTQ Provinsi Banten ke-23 pada Juli 2026 mendatang.
Yandri menilai, pembinaan qori dan qoriah di Kabupaten Serang berjalan serius dan konsisten. Ia juga mengaitkan program tersebut dengan kerja sama Kemendes PDT dan Kementerian Agama dalam pemberantasan buta huruf Al-Quran di desa.
“Saya berharap Kabupaten Serang menjadi kiblatnya Al-Quran di Indonesia, baik qori, kaligrafi maupun cabang lainnya. Tapi semua itu harus dibangun dengan kesungguhan dan kejujuran,” kata Yandri kepada wartawan.
Ia memastikan, siap mendukung pembinaan MTQ di Kabupaten Serang, mulai dari fasilitas hingga dukungan program.
Menurutnya, potensi lahirnya qori berkualitas dari Kabupaten Serang sangat besar karena daerah itu memiliki sejarah panjang pendidikan Al-Quran.
Yandri juga menyinggung nama KH Tubagus Soleh Ma’mun yang dikenal melahirkan banyak qori di berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai tradisi itu harus terus dijaga lewat pembinaan berkelanjutan.
“Dasarnya sudah ada, tinggal dilanjutkan dan diperkuat. Saya yakin desa-desa di Kabupaten Serang bisa melahirkan bibit unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi kehadiran Mendes PDT dalam kegiatan pembinaan calon kafilah MTQ Kabupaten Serang.
Menurutnya, dukungan langsung dari pemerintah pusat memberi semangat bagi peserta dan panitia pembinaan MTQ di daerah.
“Kehadiran Pak Menteri menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan tilawatil Quran di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
