Beranda Akademi Membuat Alat Pembasmi Hama, Tim PHP2D HMTI Unpam Sosialisasikan Alat di Desa...

Membuat Alat Pembasmi Hama, Tim PHP2D HMTI Unpam Sosialisasikan Alat di Desa Pegedangan Udik

Tim PHP2D HMTI Unpam Sosialisasikan Alat di Desa Pegedangan Udik

KAB. TANGERANG – Kampung Linduk merupakan salah satu daerah yang berada di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Di daerah ini, kebanyakan masyarakatnya memiliki profesi sebagai petani dan tanaman yang ditanam berupa tanaman padi.

Pada sektor pertanian di Kampung Linduk ini ada dua permasalahan yang dialami oleh para petani yaitu sumber daya air dan juga serangan hama wereng. Tim PHP2D Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang (HMTI UNPAM) melakukan observasi dan penelitian, sehingga membuat suatu teknologi yang dapat membantu para petani dalam membasmi hama wereng. Teknologi yang dibuat berupa gelombang ultrasonik yang dipancarkan untuk membasmi hama dengan menggunakan panel surya dalam mengisi energi untuk memancarkan energi tersebut.

Pada tanggal 16 Oktober 2021, Tim PHP2D HMTI UNPAM melakukan sosialisasi terkait alat gelombang ultrasonik tersebut di Balai Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Pada kegiatan sosialisasi ini Kepala Desa Pagedangan Udik, Astri Apriyanti berhalangan hadir dikarenakan ada agenda lain, akan tetapi kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Ari Risdianto selaku Sekretaris Desa, Patria selaku Dosen Pendamping, Ketua-Ketua Kelompok Tani Desa Pagedangan Udik, rekan-rekan dari Tim PHP2D HMTI UNPAM, dan rekan-rekan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang.

Dalam sambutan yang diberikan oleh Ari Risdianto, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim PHP2D HMTI UNPAM atas kepedulian yang diberikan terhadap permasalahan yang dihadapi para petani, khususnya petani di Desa Pagedangan Udik. Dia juga menyampaikan harapan supaya kegiatan ini bisa terus berlangsung di Desa Pagedangan Udik dengan mengangkat permasalahan lain yang ada di desa tersebut.

Dalam kegiatan ini, Tim PHP2D HMTI UNPAM menjelaskan cara kerja dan penggunaan penggunaan alat pembasmi hama wereng dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Darmawan dan Ibnu, selaku ketua dan wakil dan Tim PHP2D HMTI UNPAM menjelaskan bahwa gelombang ultrasonik tersebut bisa membuat hama wereng menjadi pasif ketika dipancarkan selama 3 jam, kemudian ketika gelombang ultrasonik dipancarkan selama 6 jam maka akan membunuh hama wereng tersebut.

Selain membasmi hama wereng, alat tersebut juga bisa membasmi hama lainnya seperti tikus. Kemudian dijelaskan juga alat tersebut memiliki inovasi dengan adanya light trap untuk membasmi serangga-serangga yang menganggu tanaman padi tersebut. Fungsi light trap tersebut seperti perangkap nyamuk yang menggunakan sinar UV sebagai pemancing serangga dan dikelilingi oleh kawat beraliran listrik.

Setelah kegiatan sosialisasi ini, diharapkan nantinya para petani di Desa Pagedangan Udik bisa mengoperasikan alat pembasmi hama tersebut di lahan pertanian masing-masing dan bisa membasmi hama wereng yang selama ini menjadi permasalahan yang dialami oleh para petani.

(***)