Beranda Opini Memanfaatkan Lahan Kosong untuk Perkebunan dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Memanfaatkan Lahan Kosong untuk Perkebunan dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Petani di Kabupaten Lebak - (Foto Ali/BantenNews.co.id)

Oleh : Linawati Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang Kota Tangerang Selatan

Bank Indonesia (BI) dalam buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2019 bahkan memproyeksi perekonomian Indonesia 2020 hanya akan mampu tumbuh disekitar 4,2-4,6%. Proyeksi ini jauh lebih rendah dibandingkan awal tahun lalu sekitar 5-5,5%. Namun adanya Pandemi COVID-19 yang hingga saat ini masih berlangsung sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi diseluruh negara, yang menunjukan tumbuh negatif.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang juga Ketua KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan), “memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini turun jadi 2,3% dan lebih buruk bisa negatif 0,4%. Sehingga kondisi ini menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi dan berpotensi menekan lembaga keuangan karena kredit tidak bisa dibayarkan dan perusahaan alami kesulitan dari revenue”.





Menurut catatan Bank Indonesia, Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2020 tercatat 2,97% (yoy), lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia 4,4% (yoy). Hal tersebut didorong oleh dampak penanganan pandemi COVID-19 yang mulai memengaruhi kegiatan ekonomi baik dari sisi pendapatan, konsumsi, produksi, investasi, serta ekspor dan impor. Semula Bank Indonesia memperkirakan pengaruh dari penanangan pandemi COVID-19 baru mulai terasa di bulan April sampai dengan pertengahan Juni 2020, namun ternyata terjadi lebih cepat yaitu di bulan Maret 2020
Terhadap upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19, masyarakat dituntut untuk bersama-sama melawan covid 19 dengan cara disiplin dan mengikuti anjuran pemerintah untuk social distancing, wofk from home dan Stay at Home selama pandemi wabah corona berlangsung serta mentaati kebijakan pemerintah dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Anjuran dan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah seakan-akan merampas kegiatan normal masyarakat, seperti beberapa sekolah dan instansi pemerintah diliburkan serta tidak sedikit pelaku bisnis dan masyarakat mengalami penurunan penghasilan bahkan tidak memperoleh sama sekali, hal ini dikarenakan tidak adanya aktivitas atau kehilangan pekerjaan.

Terlalu lama berdiam diri di rumah tentu saja dapat menimbukan rasa jenuh, bosan, stres bahkan frustasi karena tidak ada kegiatan sama sekali. Masyarakat dapat melakukan kegiatan yang produktif dan bermanfaat untuk mengatasi kejenuhan tersebut salah satunya berkebun dengan memanfaatkan lahan kosong dipekarangan rumah. Kegiatan tersebut secara tidak langsung akan membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat atau setidaknya tetap dalam keadaan stabil.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan pentingnya mempecepat tanam dan manfaatkan setiap jengkal lahan kosong untuk ditanami tanaman yang cepat panen di masa pandemi Covid-19 . “Di masa pandemi Covid-19 seperti ini ayo kita tingkatkan pemanfaatan setiap lahan untuk produksi sumber pangan. Bahkan di pekarangan rumah bisa ditanami tanaman pangan pengganti beras. Diversifikasi pangan agar masyarakat memiliki ketahanan pangan selain beras”, ungkap Mentan SYL.

Kegiatan berkebun tidak hanya dilakukan oleh masyarakat perorangan pada umumnya, sebuah perkantoran dikota Depok memanfaatkan sebidang tanah yang cukup luas dihalaman kantor dengan ditanami sejumlah tanaman sayur seperti pohon cabai, terong, kacang panjang, mentimun serta sayuran lainnya seperti selada, bayam serta cai sim yang ditanam menggunakan media pipa pralon berdiameter lebar.

Menurut Irfan salah satu karyawan dan juga yang mengelola lahan kosong tersebut “sayuran yang dipilih untuk ditanam adalah yang dapat dipanen dalam jangka waktu pendek, seperti mentimun yang membutuhkan waktu selama 40 hari untuk siap panen. Selama 3 bulan kebun telah menghasilkan mentimun, tomat, pare dan lain sebagainya, yang dijual ke karyawan serta masyarakat sekitar kantor. Selain itu sebagian tanah dimanfaatkan untuk perternakan beberapa ekor kambing, yang mana dari kotoran kambing dapat dijadikan sebagai pupuk tanaman.” Ucapnya.

Lahan pekarangan yang sempit bukan lagi sebagai kendala untuk bercocok tanam, masyarakat dapat menggunakan media polybag atau memanfaatkan botol bekas air mineral untuk menanam sayuran. Seperti yang dilakukan oleh Bapak Ratman salah satu karyawan perusahaan swasta di Jakarta yang sudah beberapa bulan work from home, menyulap lahan pekarangan rumahnya menjadi kebun yang ditanami cabe, mentimun dan rempah-rempah menggunakan media polybag dan pot bunga.

Banyak sekali manfaat dari kegiatan ini, selain dapat menghasilkan buah dan sayuran untuk dikonsumsi atau dijual, dapat menjadikan pekarangan rumah lebih asri serta masyarakat dapat hidup lebih hemat dan menjaga kestabilan ekonomi ditengah pandemi ini. Kegiatan ini jika dikelola dengan baik akan menjadi kegiatan yang menyenangkan serta dapat dikembangkan menjadi sebuah lahan usaha.

Diperkirakan akhir dipertengahan bulan Juni 2020 kebijakan PSBB dapat segera berakhir dan diberlakukan kebijakan new normal, beberapa aktifitas terutama perkantoran secara bertahap dapat berjalan dengan normal, namun kegiatan berkebun yang telah dijalani harus tetap dilanjutkan sehingga akan menjadi kegiatan sampingan diluar kegiatan kantor yang dapat menghasilan tambahan penghasilan.

(Red)