Beranda Pendidikan Melihat Program Belajar dari Desa BEM KBM Untirta

Melihat Program Belajar dari Desa BEM KBM Untirta

BEM KBM Untirta mengadakan program kerja “Belajar Dari Desa” di Kasepuhan Desa Adat Cisungsang, Lebak, Banten. Kegiatan yang bertemakan “Milenial Bergerak Wujudkan SDG’s Indonesia” dilaksanakan 26-31 Desember 2020 dan dimeriahkan oleh peserta yang tergabung dari berbagai universitas.

Lebak – BEM KBM Untirta mengadakan program kerja “Belajar Dari Desa” di Kasepuhan Desa Adat Cisungsang, Lebak, Banten. Kegiatan yang bertemakan “Milenial Bergerak Wujudkan SDG’s Indonesia” dilaksanakan 26-31 Desember 2020 dan dimeriahkan oleh peserta yang tergabung dari berbagai universitas.

Kegiatan yang berbasiskan edukasi dan penelitian ini menggunakan metode live in atau tinggal bersama masyarakat di rumah yang sudah ditentukan. Kemudian peserta diarahkan untuk berbaur dan mempelajari kebudayaan masyarakat adat Cisungsang, seperti bermain musik angklung, cacarita (minta izin), kesejarahan kasepuhan adat, cara bercocok tanam, penyimpanan hasil panen di leuit/lumbung padi dan sebagainya.

“Alhamdulillah, kegiatan Belajar Dari Desa yang diselenggarakan oleh BEM KBM Untirta adalah sebuah momentum untuk meng- expose lebih lagi dan pembelajaran baru dari desa Cisungsang yang begitu luar biasa. Pada kegiatan ini, saya berkeliling dan berbaur dengan masyarakat, saya bisa mengetahui sistem ketahanan pangan, cara bertani, dan kebudayaan yang luar biasa”. Ujar Feri Setiawan salah satu peserta.

Pada kegiatan Belajar Dari Desa BEM KBM Untirta bersama masyarakat merakit dan menerapkan mikrohidro dengan memanfaatkan aliran air sungai sebagai energi untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik yang kemudian untuk menerangi lampu jalan.

“Banyak hal yang saya pelajari dalam kegiatan ini, terkhusus saat mahasiswa dan masyarakat bekerja sama dalam pemasangan alat mikhodro. Ternyata pendidikan formal bukan satu-satunya ruang untuk belajar. Saya menyaksikan bagaimana panitia yang memang sudah sedimikian rupa mengkonsepkan pemasangan mikrohidro ini, ternyata kewalahan. Ternyata masyarakat yang baru melihat alat tersebut, dengan sigap langsung mengerti apa yang harus dilakukan agar peasangan alat ini berhasil dan menghasilkan listrik”. Ujar Ma’rifat Bayhaki selaku ketua pelaksana.

“Harapan saya setelah ini tali silaturahmi tetap terjaga, kemudian masyarakat rajin alat mikrohidro ini agar kebermanfaatanya bisa panjang dan terkenang”. Imbunya.

Mikrohidro yang sudah dipasang dan berhasil menerangi beberapa titik lampu jalan nantinya akan dikelola dan dirawat oleh masyarakat setempat. Pihak BEM KBM Untirta sendiri akan datang kembali melakukan asesmen dalam penerapan mikrohidro yang sudah berjalan.

“Saya merasakan banyak pengetahuan baru pada kegiatan ini, bagaimana teori yang dipelajari teori-teori tentang kelistrikan sedikit bingung dalam pemsangan dilapangan. Ternyata Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan memang sepatutnya mulai diperkenalkan dan digalakan sampai ke tingkatan desa, bagaimana perkembangan zaman yang semakin cepat, kecanggihan teknologi yang semakin tak terduga harus diikuti dengan kesiapan sampai ke tingkat desa. Semoga dengan upaya baik ini, alat mikrohidro yang sudah terpasang bisa dikelola dan dirawat dan berkelanjutan oleh masyarakat” Ujar Feri Riswanto selaku panitia teknisi Mikrohidro.

Kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan Para legal oleh Banten Lawyears Club (BLC), dan pelatihan sosiopreneurship dari alumni Untirta untuk masyarakat setempat terkhusus pemuda Cisungsang. Di malam terakhir yang bertepatan dengan malam peralihan tahun, BEM KBM Untirta bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat, menonton film dan makan malam bersama. (Red)