LEBAK — Ketua TP PKK menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B sebagai bentuk kehadiran negara dalam pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, sekaligus penguatan keluarga.
Tinawati mengatakan, ia mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI dalam pemantauan program MBG 3B di Lebak, dengan sasaran balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini dinilai sebagai langkah besar mencegah stunting.
Ia menambahkan, Menteri Wihaji akan mengunjungi masyarakat Baduy Dalam untuk membahas penerapan program MBG 3B bersama para kasepuhan.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga memaparkan program lain, seperti kesehatan mental remaja, Gerakan Orang Tua Asuh Stunting, dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, MBG 3B bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia menilai balita sebagai usia emas yang harus dipersiapkan dengan gizi baik.
Dimyati meminta Badan Gizi Nasional menjaga kualitas program agar tetap berorientasi sosial.
Sementara itu, Menteri Wihaji berdialog dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Ia menjelaskan, distribusi MBG dilakukan dari SPPG ke posyandu dan disalurkan oleh TPK.
Wihaji menekankan pentingnya ketepatan sasaran dan kualitas makanan agar tidak basi. Ia juga mengingatkan bahwa stunting dipengaruhi gizi, sanitasi, dan pernikahan dini.
Selain itu, TPK diminta ikut mengedukasi program KB kepada penerima manfaat.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyebut, daerahnya memiliki 340 desa dan 5 kelurahan. Saat ini telah terbangun 193 dapur SPPG dari kebutuhan 265 unit. Khusus MBG 3B, direncanakan 51 SPPG, dengan 37 selesai dan 14 masih proses.
Tim Redaksi
