Beranda Kesehatan MBG dari 4 SPPG di Cilegon Positif Mengandung Bakteri Jadi Penyebab Puluhan...

MBG dari 4 SPPG di Cilegon Positif Mengandung Bakteri Jadi Penyebab Puluhan Pelajar Keracunan

Konferensi pers terkait hasil uji laboratorium pada sampel MBG yang diduga menyebabkan keracunan siswa. (Foto: Maulana/BantenNews.co.id)

CILEGON – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cilegon akhirnya terbit. Hasil pemeriksaan menunjukkan makanan tersebut mengandung bakteri.

Diketahui, dugaan keracunan terjadi pada April 2026 dan menimpa puluhan pelajar dari beberapa sekolah di Kota Cilegon. Para siswa mengalami gejala gangguan kesehatan seperti pusing, sakit perut, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Tiga SPPG yang menjadi sorotan yakni SPPG Cilegon Kedaleman 5, SPPG Cilegon Kalitimbang, dan SPPG Cilegon Samangraya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari, mengatakan hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya bakteri pada sampel makanan.

“Dari SPPG Cilegon Kedaleman 5 pada tanggal 16 April 2026, hasil uji lab dari BPOM terhadap bank sample terdeteksi bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus. Kemudian sample retake dari SDN Cikerai 2 yang menerima MBG dari SPPG Cilegon Kalitimbang juga terdeteksi Bacillus cereus,” ujar Ratih, Rabu (6/5/2026).

Sementara itu, untuk sampel makanan dari SPPG Cilegon Samangraya, pemeriksaan laboratorium tidak dapat dilakukan karena BPOM disebut kehabisan reagen.

“Untuk dugaan keracunan dari SPPG Cilegon Samangraya tanggal 22 April 2026, sampel tidak bisa diperiksa di BPOM karena reagen habis,” katanya.

Ketiga SPPG tersebut diketahui menyalurkan MBG ke sejumlah sekolah, yakni MTs Al-Inayah, SD Negeri Cikerai 2, dan SMP PGRI Citangkil.

Akibat peristiwa tersebut, puluhan siswa dari sekolah-sekolah tersebut sempat mengalami gangguan kesehatan dan dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo