Beranda Hukum Mayat Pria Mengambang di Kali Sasak Ciputat Tangsel

Mayat Pria Mengambang di Kali Sasak Ciputat Tangsel

Lokasi penemuan mayat mengambang di Kali Sasak Ciputat, Tangsel, dipasangi garis polisi. (Istimewa)

TANGSEL — Mayat seorang pria ditemukan mengambang di aliran Kali Sasak, Jalan Pajajaran, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (5/10/2026) pagi.

Warga sekitar, Dhani, mengatakan jasad korban belum terlihat saat warga beraktivitas sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Namun, sekitar pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati lokasi setelah menemukan mayat tersebut.

“Tadi pagi itu pas jam 6 atau 7 belum ada mayat. Cuma pas saya keluar jam 8 sudah ramai, sudah ada,” kata Dhani di lokasi.

Dhani juga menyebut, warga sempat melihat seorang pria dengan ciri-ciri yang mirip korban minum-minuman keras bersama sejumlah orang pada malam sebelumnya.

“Jadi waktu malam Minggu ada yang lihat lagi pada mojok minum-minum. Ada yang lihat, katanya mau lapor RT, tapi sudah jam 03.00 WIB, takut saya-nya sudah tidur,” ujarnya.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan sweater, celana panjang, dan sepatu.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, membenarkan penemuan mayat tersebut. Polisi bersama TNI, BPBD, dan unsur terkait langsung mengevakuasi korban.

Polisi juga menemukan sepeda motor Honda PCX yang terparkir di sekitar lokasi sejak malam sebelumnya. Petugas kemudian menemukan kunci motor tersebut di saku pakaian korban.

“Setelah diperiksa, kunci itu cocok dengan sepeda motor yang berada di dekat lokasi,” kata Bambang.

Polisi memeriksa bagasi motor dan menemukan selembar surat yang ditulis korban terkait persoalan rumah tangga.

Petugas kemudian mengecek kendaraan tersebut kepada keluarga. Hasil pengecekan menunjukkan korban merupakan warga Kelurahan Jombang.

Polisi juga memeriksa tiga warga dan ketua RT yang pertama kali mengetahui keberadaan korban.

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Banten Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Cinangka, Ada 36 Adegan

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Saat ini jenazah sudah kami bawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ujar Bambang.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut menggunakan metode scientific crime investigation untuk memastikan waktu dan penyebab kematian korban.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd