Beranda Pemerintahan Mathlaul Anwar Minta Pansus Raperda Fasilitasi Ponpes Perhatikan Hal Teknis

Mathlaul Anwar Minta Pansus Raperda Fasilitasi Ponpes Perhatikan Hal Teknis

87
0
Sekretaris Eksekutif PB MA UDay Suhada (tengah), Wakil Ketua DPRD Banten BUdi Prajogo (kiri) dan Ketua IWO Banten Teguh Mahardika saat sosper di DPRD Banten. (Iyus/BantenNews.co.id)

SERANG – Sekretaris Eksekutif Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PB MA), Uday Suhada meminta Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang fasilitasi pondok pesantren (Ponpes) untuk bisa memperhatikan hal teknis dalam melakukan pembahasan.

Uday menilai, secara substansi, Raperda tersebut hadir sebagi wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap Ponpes di Banten. Dimana Ponpes merupakan komponen utama dalam mencetak generasi penerus bangsa.

“Karena di dalam Ponpes itu ada basis (ajaran) yaitu agama dan ilmu pengetahuan,” kata Uday saat menjadi narasumber dalam sosialisai Perda (Sosper) Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prajogo di Ruang Paripurna DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (4/5/2021).

Meski begitu, Uday mengaku, dirinya belum melihat fungsi kontrol dalam Raperda fasilitas Ponpes yang kini tengah dibahas oleh DPRD Banten.

“Saya melihat belum ada syarat kontrol. Kalau dari sisi aturan sih udah bagus. Semoga tidak lama lagi Raperda ini selesai dirumuskan dan undangkan. Hal itu juga kan untuk memberikan fasilitasi, menjaga dan membina ponpes yang menjadi ciri khas Provinsi Banten,” katanya.

Uday menyebut, yang menjadi catatan pembahasan Raperda tersebut bagaimana Perda tersebut mengatur keberadaan Ponpes salafi dan modern di Banten.

“Jangan sampai ada dikotomi antara Ponpes salafi dengan modern. makanya ada hal teknis yang harus diperhatikan,” ujarnya,

Uday juga memberikan apresiasi kepada DPRD Banten yang telah berinisiasi memunculkan Raperda tersebut.

“Berbicara soal pesantren, sebagaimana daerah yang memiliki kekhasan, Banten ini tak berbeda dengan Bali. Maka Raperda Ponpes jadi sesuatu yang niscaya,” ungkapnya.

Sementara, Ketua IWO Banten, Teguh Mahardika menilai Ponpes di Banten menjadi salah satu objek pembangunan. Bahkan masuk dalam target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Hal itu kenapa Ponpes harus diatur. Dan saya melihat Ponpes jadi garda terdepan dalam mencetak generasi muda. Dan saya melihat pemerintah juga ingin menyetarakan Ponpes salafi dengan modern,” ujar Teguh.

(Mir/Red)