Beranda Hukum Massa Terlibat ‘Baku Hantam’ dengan Anggota TNI dan Polisi

Massa Terlibat ‘Baku Hantam’ dengan Anggota TNI dan Polisi

373
0
Suasana simulasi pengamanan pemilu di Kabupaten Pandeglang. (Med/bantennews)

PANDEGLANG – Sekelompok massa pendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) terlibat baku hantam dengan petugas kepolisian dan TNI. Mereka tidak puas dengan kinerja penyelenggara pemilu di Kabupaten Pandeglang.

Sekitar 200 personel TNI dan 60 personel polisi terlihat mengamankan jalannya unjuk rasa, sempat terjadi baku pukul antara petugas keamanan dan massa yang berunjuk rasa. Beruntung keributan itu dapat dilerai dan suasana kembali kondusif. Suasana itu tergambar dalam simulasi pengamanan Pemilu 2019.

Kabag Ops Polres Pandeglang, Kompol Andi Suwandi yang berada di lokasi menyampaikan, bahwa unjuk rasa disimulasikan terjadi secara tiba-tiba. Pendukung Paslon yang tidak puas lantas memanggil teman-temannya untuk melakukan aksi unjuk rasa.

“Untuk memberitahukan manakala dalam pencoblosan di TPS tadi kami analogikan ada salah satu Paslon tidak puas dengan keputusan KPU, akhirnya mereka mengajak spontanitas (unjuk rasa), kami TNI Polri sudah mempersiapkan untuk menangkal hal-hal yang demikian supaya tidak terjadi,” kata Andi usai melakukan simulasi pengamanan Pemilu di Tribun Alun-alun Pandeglang, Rabu (6/2/2019).

Andi mengatakan, inti dari simulasi tadi adalah dimana kepolisian meminta bantuan pada anggota TNI untuk mengamankan jalannya unjuk rasa, namun Andi berharap proses Pemilu nanti tidak sampai terjadi unjuk rasa dari pihak manapun.

“Dalam simulasi tadi intinya kami meminta bantuan untuk menyelesaikan perkara ketidakpuasan dari salah satu Paslon. Kami berharap pelaksanaan Pileg, Pilpres ini berjalan dengan baik, kalau saya lihat masyarakat Pandeglang ini sudah pintar,” harapnya. (Med/Red)