
PANDEGLANG — Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat warga Pandeglang bergegas mencari masker. Sejumlah minimarket langsung kehabisan stok setelah warga memborong masker sejak Minggu (6/9/2026) pagi.
Pantauan di sejumlah minimarket menunjukkan rak masker kosong. Warga yang datang belakangan harus pulang tanpa masker karena persediaan habis dalam hitungan jam.
Karyawan minimarket, Dini, mengatakan warga langsung mencari masker begitu toko buka pukul 08.00 WIB.
“Dari pagi baru buka toko, warga langsung masuk cari masker. Karena abu erupsi Anak Krakatau sudah sampai ke Pandeglang,” kata Dini, Minggu (6/9/2026).
Menurut Dini, minimarket biasanya menyimpan sekitar lima karung masker untuk kebutuhan selama sepekan. Namun, kali ini warga menghabiskan seluruh stok hanya dalam beberapa jam.
“Biasanya buat stok seminggu. Sekarang beberapa jam saja langsung habis,” ujarnya.
Minimarket juga belum mendapat kepastian waktu kedatangan pasokan berikutnya. Permintaan warga terus meningkat, sementara stok baru belum masuk.
“Kita juga belum tahu kapan stok baru datang,” katanya.
Di sisi lain, abu vulkanik Anak Krakatau terus menyelimuti sejumlah wilayah Pandeglang. Abu terlihat menempel di atap rumah, jalan, mobil, hingga sepeda motor.
Kondisi itu membuat warga berbondong-bondong mencari masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Warga juga mulai khawatir terhadap dampak abu terhadap pernapasan.
Kelangkaan masker kini menjadi persoalan baru di tengah erupsi Anak Krakatau. Saat kebutuhan warga melonjak, persediaan di sejumlah minimarket justru cepat habis.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd