Beranda Pemerintahan Masalah Stunting hingga Kekerasan Anak Jadi Sorotan di Kota Tangerang

Masalah Stunting hingga Kekerasan Anak Jadi Sorotan di Kota Tangerang

Wali Kota Tangerang, Maryono, saat membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) di Aula Lantai 4 Gedung Cisadane

TANGERANG — Anak-anak bukan sekadar generasi penerus, tetapi fondasi utama yang akan menentukan arah kemajuan bangsa dan daerah di masa depan. Karena itu, pembangunan kota harus benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Pesan kuat tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, saat membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) di Aula Lantai 4 Gedung Cisadane, Kamis (2/4/2026).

“Pembangunan tidak cukup hanya soal infrastruktur fisik. Kita juga harus memastikan hadirnya lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tegas Maryono.

Ia menekankan, Kota Layak Anak bukan sekadar program administratif, melainkan komitmen moral bersama untuk menjamin seluruh hak anak terpenuhi—mulai dari hak hidup, tumbuh dan berkembang, hingga perlindungan dan partisipasi.

Menurutnya, upaya tersebut tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Persoalan seperti stunting, kualitas pendidikan, dan ruang bermain ramah anak harus ditangani secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Maryono juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah agar pembangunan sumber daya manusia berjalan selaras dengan pembangunan infrastruktur.

Di tengah derasnya tantangan era digital, ia mengajak semua pihak untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan anak-anak masa kini.

Tak hanya itu, ia mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap 24 indikator KLA yang terbagi dalam lima klaster. Ia menegaskan, keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan anak di lapangan.

“Sistem perlindungan anak harus hadir hingga tingkat RT dan RW. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, perundungan, maupun eksploitasi anak di Kota Tangerang,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepsek Kota Tangerang Harus Jadi Teladan di Lingkungan Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Maryono juga mengapresiasi capaian Kota Tangerang yang konsisten meraih penghargaan Kota Layak Anak sejak 2017 hingga 2023, serta kembali meraih kategori Nindya pada 2025.

Namun, ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Masih ada pekerjaan besar untuk memastikan pemerataan kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak di seluruh wilayah.

“Kita ingin Kota Tangerang tidak hanya mendapat predikat KLA, tetapi benar-benar dirasakan layak oleh setiap anak, hingga ke lingkup terkecil,” katanya.

Menutup sambutannya, Maryono berharap rapat koordinasi ini mampu melahirkan langkah-langkah konkret, inovatif, dan berdampak nyata.

“Karena masa depan anak-anak bukan hanya untuk dipikirkan, tetapi harus kita perjuangkan bersama,” pungkasnya.

Tim Redaksi