Beranda Pemerintahan Masalah Sampah di Pandeglang Genting, Semua Pihak Harus Terlibat

Masalah Sampah di Pandeglang Genting, Semua Pihak Harus Terlibat

Ilustrasi - foto istimewa indepedensi.com

PANDEGLANG – Untuk menangani sampah di Desa Teluk Kecamatan Labuan, Pemkab Pandeglang melakukan rapat pembahasan rencana aksi penanganan dengan Kementerian Maritim dan Investasi Republik Indonesia melalui zoom meeting.

“Memang harus terus berkala bukan hanya sekali dibersihkan, serta harus dukungan dari semua pihak dari mulai masyarakat, Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi bahkan Kementerian,” ujar Sekda melalui siaran tertulis, Sabtu (30/1/2021).

Pery juga mengatakan, jika sebelumnya pada tahun 2018 pengerukan sampah di Desa Teluk pernah dilakukan, dan hasilnya puluhan ton sampah dibuang ke TPA.





“Pada saat itu Ibu Bupati yang turun langsung bersama jajaran forkopimda, beberapa bulan kemudian sampah menumpuk lagi untuk itu ini harus dibuat program jangka pendek dan jangka panjang,” katanya.

Dengan adanya rapat ini, Pery berharap renaksi jangka pendek – panjang dalam penanganan sampag bisa segera dilakukan.

“Imbauan jangan buang sampah sembarangan sudah kami galakan ketiap Kecamatan dan Desa, bahkan kami membuat aturan dalam bentuk Perda Nomor 4 tahun 2008 tentang K3, dan Perbup Nomor 84 tahun 2016,” ujarnya

“Kami harap dengan dukungan Kemenko Maritim ini permasalahan sampah ini dapat terselesaikan,” sambungnya.

Sementara Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pengelolaan Sampah Dan limbah Kemenko Maritim dan Investasi Rofi Alhanif mengatakan, dirinya sangat sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Sekda Pandeglang. Bahkan, kata dia, mitigasi bagaimana sampah ini tidak dibuang ke sungai.

“Masalah sampah ini sifatnya kompleks, tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, dengan semua pihak ikut terlibat, kami yakin ini dapat diselesaikan,” katanya.

Dikatakan, Rofi, masalah sampah ini sebenarnya dapat terjadi dimana saja, dan masalah di Desa Teluk menjadi salah satu contoh bagaimana masalahnya bisa diselesaikan secara bersama.

“Sesuai arahan pimpinan, kami harus membantu menyelesaikan masalah ini karena akan berdampak kepada ekosistem, lingkungan dan kepada pariwisata,” pungkasnya.

(Red)