Beranda Opini Manfaat dan Potensi Minyak Nilam di Indonesia

Manfaat dan Potensi Minyak Nilam di Indonesia

Ilustrasi Minyak Nilam - foto istimewa KBA.ONE

Nilam merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri atau minyak esensial merupakan senyawa yang diekstrak dari tumbuh-tumbuhan yang dapat menghasilkan senyawa aromaterapi. Beberapa tumbuhan penghasil minyak atsiri diantaranya adalah nilam, pala, cengkeh, akar wangi, serai wangi, kenanga, kayu putih, cendana, kayu manis, dan lada. Secara umum minyak atsiri digunakan sebagai bahan industri parfum, farmasi, kosmetika, sabun, perisa makanan dan juga minuman. Pada artikel kali ini akan membahas secara rinci mengenai salah satu jenis minyak atsiri, yaitu minyak nilam.

Minyak nilam biasa dikenal dengan nama Patchouli Oil merupakan minyak yang dihasilkan dari tanaman nilam (Pogostemon cablin). Nilam merupakan tanaman tropik yang termasuk ke dalam famili labiatae. Bagian tanaman nilam yang digunakan sebagai minyak nilam adalah bagian daun dan juga batangnya. Minyak nilam pada umumnya digunakan sebagai zat pewangi (fragrances), zat pengikat bau (fixative) yang biasanya digunakan dalam industri parfum, industri kosmetik, farmasi, dan lainnya. Penggunaan minyak nilam dalam industri parfum, sabun, dan kosmetik disebabkan karena  minyak nilam memiliki sifat fiksative (pengikat/penguat) terhadap bahan pewangi lain agar aroma dapat bertahan lama, dan mencegah terjadinya penguapan pada zat pewangi.

Minyak nilam bisa dimanfaatkan sebagai aromaterapi karena dikenal dengan aromanya yang khas. Aroma minyak nilam dapat memberikan rasa tenang dan nyaman, dan dapat menjadi anti-stress. Selain dimanfaatkan sebagai aromaterapi, minyak nilam juga digunakan pada bidang farmasi. Menurut Manglani et al. (2011) dalam Silalahi (2019) nilam atau Pogostemon cablin digunakan sebagai antioksidan, antri-stress, anti inflamasi, anti diuretik, antiradang, antimikroba, dan antiserangga.

Minyak atsiri daun nilam dapat dijadikan sebagai lilin aromaterapi yang bersifat anti nyamuk ketika dikombinasikan dengan minyak atsiri buah jeruk nipis. Kandungan dalam jeruk nipis yang bersifat sebagai anti nyamuk adalah sitrat, geranil asetat, felandren dan limonen. Sedangkan, daun nilam mengandung savonin, flavonoid, dan minyak atsiri. Komponen penyusun minyak atsirinya yaitu sesquiterpen dan patchouli alkohol. Patchouli alkohol merupakan zat yang diduga berpotensi sebagai anti nyamuk (Rusli et al. 2018).

Minyak nilam menjadi salah satu penghasil minyak atsiri yang paling banyak diminati di pasar dunia dan bernilai ekonomi tinggi. Indonesia menjadi negara yang banyak mengekspor minyak nilam ke luar negeri. Dari semua minyak atsiri yang diekspor dari Indonesia, minyak nilam yang paling banyak diminati. Menurut Direktur Jendral Perkebunan, Kasdi Subagyono (2020) Indonesia merupakan salah satu negara utama pengekspor minyak nilam dunia dengan menguasai 95% pasar dunia. Saat ini, ekspor minyak atsiri Indonesia 85% dikuasai oleh minyak nilam dengan volume 1.200-1.500 ton/tahun.  Beberapa negara yang menjadi pengimpor minyak nilam dari Indonesia diantaranya adalah Singapura, Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, Switzerland, Inggris, dan beberapa negara lainnya. Saat ini belum ada senyawa sintetis yang mampu menggantikan peran minyak nilam dalam industri parfum dan kosmetika.

Melihat peran minyak nilam di pasar dunia, maka dari itu potensi minyak nilam di indonesia sangat besar. Dengan banyaknya ekspor minyak nilam Indonesia ke luar negeri, maka hal ini menjadi peluang bagi para petani dalam mengembangkan tanaman nilam baik dari segi budidaya maupun dari produk olahan agar memiliki nilai tambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan juga dapat menambah devisa negara.

Saat ini Indonesia sudah mengembangkan 3 jenis tanaman nilam diantaranya adalah Pogostemon cablin Benth, Pogostemon heyneanus Benth, don Pogostemon hortensis Benth yang dikenal sebagai nilam Aceh (Krismawati, 2005). Menurut Kongkathip et al. (2009) dalam Silalahi (2019) kadar minyak nilam pada tanaman nilam dapat dipengaruhi oleh waktu panen. Waktu panen terbaik untuk dapat menghasilkan minyak nilam dan patchouli alkohol yang lebih tinggi adalah pada umur 3 bulan. Pada waktu 3 bulan tersebut akan menghasilkan minyak nilam dan patchouli alkohol yang lebih tinggi dibandingkan pada usia panen 6 bulan dan 9 bulan.

Dalam pembudidayaannya, terdapat kendala-kendala yang dihadapi diantaranya adalah bahan tanaman yang kurang sesuai, panen, penanganan bahan dan penyulingan yang kurang baik mengakibatkan produktivitas rendah (Krismawati, 2005).

Agar nilam indonesia dapat terus bertahan di pasar dunia, maka perlu adanya dukungan dalam pengembangan nilam dari berbagai pihak yang terkait. Serta diperlukan upaya untuk mengurangi kendala-kendala yang ada dalam pembudidayaan tanaman nilam. Produktivitas dari tanaman nilam perlu ditingkatkan lagi agar indonesia dapat menghasilkan minyak nilam yang lebih banyak dengan mutu yang lebih baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan elemen-elemen pendukung, diantaranya yang pertama adalah penggunaan teknologi budidaya dan pascapanen yang terbarukan dan dapat diaplikasikan oleh para petani. Dengan penerapan teknologi yang terbarukan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman nilam dan menghasilkan minyak nilam yang lebih banyak dan mutu yang lebih baik.  Kedua, penggunaan varietas yang unggul juga sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas dari minyak nilam. Ketiga, pengelolaan SDM yang bijak dan pembekalan ilmu pertanian terutama mengenai tanaman nilam itu sendiri, sehingga kedepannya diharapkan tanaman nilam dapat di budidayakan secara maksimal oleh SDM yang kompeten. Dan yang keempat adalah pemberian saprotan dari pemerintah kepada para petani nilam. Pemberian saprotan diperlukan agar dalam pembudidayaan minyak nilam dapat berjalan dengan baik. Program dari pemerintah diperlukan dalam memberikan dukungan pelayanan, fasilitas, pengadaan alat mesin pengolahan sesuai kebutuhan petani dan kelompok tani serta bimbingan teknis dan manajemen.

Dengan berkembangnya platform digital saat ini juga dapat dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan minyak nilam Indonesia ke dunia ataupun kepada masyarakat yang belum banyak mengetahui tentang minyak nilam. Platform digital dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memasarkan produk minyak nilam sehingga jangkauan minyak nilam Indonesia dapat lebih luas lagi. Platform digital saat ini bisa diakes oleh semua kalangan kapanpun dan dimanapun, sehingga peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran minyak nilam dapat lebih besar. Contohnya adalah dengan penggunaan platform e-commerce sebagai media pemasaran produk minyak nilam.

Dengan beberapa upaya tersebut, diharapkan produktivitas nilam di Indonesia terus meningkat dan dapat terus bertahan di pasar dunia. Disisi lain, dengan meningkatnya produktivitas dan permintaan dunia akan minyak nilam, maka dapat menambah devisa negara dan akan meningkatkan kesejahteraan para petani nilam.

BIODATA PENULIS

Nama                           : Dhiya Anisah Fitriyani Sukarto

Nama Penulis              : Dhiya Anisah Fitriyani Sukarto

Alamat Lengkap         : Kp. Dayeuh RT 01/RW 01 Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Pekerjaan                     : Pelajar/Mahasiswa

Jenis Kelamin              : Perempuan

E-mail                          : dhiyanisaa02@gmail.com

Instansi                        : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

NIM                             : 11210920000103

Profil Singkat              : Dhiya Anisah Fitriyani Sukarto, lahir di Bekasi tahun 2002 dan sekarang tengah menempuh studi S1 semester 2 program studi Agribisnis.

(***)