Beranda Pemerintahan Makanan Terlanjur Produksi, MBG Kabupaten Tangerang Dibagikan ke Warga dan Pesantren

Makanan Terlanjur Produksi, MBG Kabupaten Tangerang Dibagikan ke Warga dan Pesantren

Ilustrasi penyiapan menu dapur MBG. (AI-Net)

KAB. TANGERANG — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang pada 8–9 September 2026. Kebijakan itu mengikuti penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki mengatakan, seluruh 316 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak mendistribusikan MBG selama masa penghentian tersebut.

“Tidak ada pendistribusian,” ujar Priyo, Selasa (8/9/2026).

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang sebelumnya menerapkan PJJ atau pembelajaran daring bagi seluruh satuan pendidikan mulai 7 hingga 9 September 2026.

Kebijakan itu mencakup jenjang TK, SD, dan SMP serta seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru hingga tenaga kependidikan.

Priyo menjelaskan, penghentian distribusi MBG sebenarnya mulai berlaku pada Senin (7/9/2026). Namun, sejumlah SPPG sudah terlanjur membeli bahan baku dan memproduksi makanan.

Agar makanan tidak terbuang, pengelola SPPG mengalihkan makanan tersebut kepada warga sekitar, santri pondok pesantren, dan penghuni panti asuhan.

“Karena terlanjur pesan bahan baku jadi dialihkan untuk warga sekitar, panti asuhan dan agar relawan SPPG membawa pulang untuk dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga,” katanya.

Priyo mengatakan, BGN masih menunggu kebijakan terbaru pemerintah untuk menentukan kapan distribusi MBG kembali berjalan. Pemerintah akan mempertimbangkan kondisi erupsi GAK dan sebaran abu vulkanik di Kabupaten Tangerang.

“Kalau sesuai Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Tangerang itu, liburnya MBG ini dari tanggal 7 sampai 9 September 2026,” tegasnya.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd