Beranda Gaya Hidup Makanan Ini Harus Dihindari Supaya Konsentrasi Berkendara Saat Puasa

Makanan Ini Harus Dihindari Supaya Konsentrasi Berkendara Saat Puasa

119
0
Ilustrasi - foto istimewa beritagar.id

Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat muslim untuk menjalani puasa sebulan penuh. Selain menahan lapar, dahaga, dan meraih keberkahan, bulan Ramadan juga menuntut mengubah pola hidup bagi mereka yang menjalankan, salah satunya adalah pola makan.

Bila di bulan lain terbiasa dengan pola makan tiga kali sehari, di saat Ramadan pola tersebut berubah menjadi dua, yaitu saat sahur dan berbuka puasa. Hal ini yang membuat asupan makanan ke dalam tubuh lebih sedikit, sehingga tak sedikit orang yang menjalani puasa mengonsumsi porsi makan lebih banyak untuk mencegah lapar.

Padahal, saat Anda menjalani puasa harus memahami kebutuhan kalori dalam tubuh. Pasalnya, kadar kalori harian pada tubuh –saat puasa atau tidak– akan tetap sama. Maka, sebuah keharusan menyesuaikan asupan dengan aktivitas, terlebih bagi mereka yang sehari-hari mengendarai motor untuk beraktivitas.

loading...

Dengan kondisi yang dituntut selalu waspada dan konsentrasi selama berkendara, pemotor harus memperhatikan asupan makanan agar tubuh tidak cepat lemas. Bila salah mengonsumsi makanan, kemungkinan terburuk pemotor akan cepat lelah, mengantuk, panas dalam, hingga mengalami gangguan pencernaan saat di perjalanan.

Tersebab hal itu, ada beberapa jenis makanan yang pantang dikonsumsi selama berpuasa. Silakan simak daftarnya di bawah ini.

1. Makanan yang digoreng

Alasan menghindari makanan yang digoreng saat sahur dan berbuka puasa adalah makanan jenis ini memperberat kerja organ pencernaan tubuh. Makanan yang serba digoreng harus melalui proses cerna yang berat di dalam tubuh. Bermula dari enzim di mulut, lambung, usus halus, hingga proses menguraikan gorengan. Hal ini yang membuat tubuh cepat lemas karena organ dipaksa bekerja keras dari dalam saat berpuasa.

Saat sahur, disarankan untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Pilih makanan yang bisa dicerna lebih lambat dan bertahap. Anda dapat memilih makanan yang mengandung protein rendah lemak agar tubuh tak mudah lelah.

2. Asupan yang terlalu asin dan pedas

Rasa asin pada makanan dapat mendatangkan rasa gurih yang menggugah selera. Pun demikian dengan masakan pedas yang membuat nafsu makan meningkat. Namun, mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi membuat Anda cepat merasa haus dan lapar saat puasa. Sedangkan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dapat membuat lambung yang selama lebih dari 13 jam dalam keadaan kosong menjadi luka atau bahkan menjadi pencetus diare.

3. Mengonsumsi makanan yang mengandung gas

Beberapa makanan saat diproses di dalam usus akan menghasilkan gas dalam jumlah tinggi. Hal ini membuat kesehatan usus dapat terganggu yang akan mengakibatkan kram perut. Makanan yang mengandung gas adalah sawi, kol, buah nangka, dan minuman bersoda.

4. Hanya mengandung sukrosa dan tinggi gula

Banyak jenis makanan dan minuman dengan kadar pemanis buatan dengan kandungan sukrosa tinggi, sehingga membuat organ tubuh bekerja lebih keras memproduksi insulin. Untuk menghindari hal tersebut, Anda dapat memulai sahur atau mulai berbuka puasa dengan buah kurma. Dengan kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa seimbang, kurma kaya akan serat, kalium, potasium, dan vitamin A.

Sebagai orang yang setiap hari berkendara, terutama mengendarai motor, penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanan selama puasa, terutama saat waktu sahur. Pasalnya, salah mengonsumsi makanan atau minuman dapat mengganggu kesehatan dan konsentrasi Anda saat mengendarai motor. (Red)

Sumber : beritagar.id