Beranda Sosial dan Budaya Makam Anak Sultan Ageng Tirtayasa di Tangsel

Makam Anak Sultan Ageng Tirtayasa di Tangsel

Makam Raden Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa - foto istimewa

TANGSEL – Di Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terdapat Makam Keramat Tajug. Kawasan pemakaman ini berada di atas sebuah bukit kecil yang saat ini menjadi areal pemakamam umum. Di areal ini, tedapat bangunan bercungkup yang di dalamnya ada dua makam anak dari Sultan Ageng Tirtayasa.

Di tempat itulah, terdapat tempat peristirahatan terakhir dari makam Tb Raden Wetan Muhammad Atif, yang merupakan salah satu dari anak Sultan Ageng Tirtayasa.

Makam Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa berada di dalam bangunan berdenah persegi yang lantainya dilapisi keramik dan marmer, sedangkan atapnya merupakan gabungan konstruksi kolom beton dan kayu. Bangunan ini merupakan fasilitas bagi para peziarah yang datang, di sisi barat bangunan cungkup makam terdapat sebuah mushala.

Di dalam cungkup, makam Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa dipisahkan lagi oleh tembok dengan akses pintu di selatan, berdenah persegi tanpa atap. Di dalam tembok ini makam berada. Kondisi jirat makam telah berubah dengan keramik yang di atasnya terlapisi dengan kain menutup makam.

Nisan sisi utara dan selatan berbentuk gada dengan dasar persegi, tinggi 30 cm dengan dimensi dasar 11 x 11 cm. Dasar nisan tertanam, terdapat guratan-guratan vertical melancip ke atas. Di atas dasar nisan berupa badan nisan dengan denah lingkaran, semakin ke atas semakin membesar dan denahnya menjadi segi delapan seperti bunga yang mekar. Di atas dasar segi delapan terdapat pahatan sulur-sulur seperti tali yang saling melengkung. Di atasnya terdapat kemuncak nisan dengan dasar segi delapan tersusun dua tumpuk, dengan ukuran kemuncak teratas lebih kecil.

Di sisi barat makam Muhammad Atif bin Sultan Ageng Tirtayasa terdapat makam Ratu Ayu binti Sultan Ageng Tirtayasa, yang merupakan adik perempuan Muhammad Atif. Nisan pada makam ini memiliki bentuk yang relatif sama dengan nisan Muhammad Atif. Perbedaannya pada dimensi yang lebih kecil yakni tinggi 25 cm, dasar nisan berukuran 9 x 9 cm. Hanya saja nisan sisi selatan telah patah dan dasarnya telah hilang.

Raden Muhammad Atif ditugaskan oleh ayahnya untuk melawan VOC di Benteng Selatan Tangerang. Beliau menikah dengan Siti Almiyah yang merupakan penduduk asli Cilenggang. (Red)