Beranda Pendidikan Mahasiswa Untirta Ketahuan Rekam Dosen di Toilet Kampus

Mahasiswa Untirta Ketahuan Rekam Dosen di Toilet Kampus

Ilustrasi masuk tolet. (IST)

SERANG– Seorang mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), berinisial MZ, diduga melakukan tindakan pelecehan sèksual di lingkungan kampus. Ia diduga mengintip dan merekam seorang dosen di toilet kampus. Perbuatannya diketahui oleh korban dan pelaku langsung ditangkap.

Humas Untirta, Adhitya Angga Pratama, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan menerima laporan dari Satgas bahwa kejadian itu terjadi Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.00. Korban kemudian langsung menghubungi anggota  Satgas PPKS (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) Untirta yang segera menerjunkan personel bersama pihak keamanan ke lokasi kejadian.

“Setelah itu Satgas koordinasi dengan Security (Danru) terkait terlapor yang saat itu sedang dalam pengamanan security dan terkait barang bukti,” ujar Angga.

Angga menambahkan, untuk laporan resmi, korban dijadwalkan melapor hari ini ke Satgas PPKS Untirta. Pihak kampus, kata Angga, masih menunggu rekomendasi dari Satgas PPKS untuk menentukan sanksi terhadap pelaku MZ.

Presiden Mahasiswa Untirta, Muhammad Ridham, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi, pelaku ini memvideokan di sela-sela kamar mandi, dan korban (dosen) melihat terus langsung dicegat ditangkap.

Pelaku sempat mencoba melarikan diri dan mengaku bukan mahasiswa Untirta. Namun, teriakan korban yang meminta pertolongan membuat mahasiswa lain serta petugas keamanan datang dan membantu mengamankan pelaku.

Saat penangkapan, ponsel pribadi pelaku turut diamankan. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa pelaku juga merekam video terhadap korban lain, yang sebagian di antaranya merupakan mahasiswa Untirta.

“Setelah dibuka hp-nya ternyata banyak dokumen dan video yang mirip dan persis seperti yang dilakuin dia hari itu,” ujarnya.

Ridham mengungkapkan, usai peristiwa itu, pada sore harinya ada pertemuan antara perwakilan kampus, orang tua pelaku dan Satgas PPKS  telah ikut menanggapi kasus tersebut.

Baca Juga :  Eksplorasi Budaya Indonesia Lewat Pertukaran Mahasiswa

BEM Untirta, kata Ridham juga mendesak agar penanganan kasus kekerasan seksual seperti ini bisa diselesaikan dengan transparan dan menunjung keadilan serta perlindungan bagi korban. Ia menyerukan agar setiap korban berani bersuara dan kampus berpihak pada korban.

Meski tidak berkaitan langsung, Ridham turut mengkritik fasilitas toilet di Kampus Pakupatan yang belum dipisahkan. Saat ini hanya tersedia satu jenis toilet yang digunakan bersama oleh laki-laki dan perempuan. Ia berharap pihak kampus memberi perhatian agar ke depan terdapat pemisahan yang jelas antara toilet perempuan dan laki-laki.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untirta dalam akun instagramnya juga telah memberikan pernyataan sikap karena salah satu sivitasnya menjadi korban. Dalam pernyataan sikap itu, FISIP mengecam keras tindakan pelaku dan mendesak agar pelaku ditindak tegas tanpa pengecualian sesuai aturan yang berlaku.

FISIP juga menyatakan keberpihakan penih kepada korban serta mendesak keamanan, kenyamanan, dan pemulihan korban diakomodir menjadi prioritas utama.

“Kami percaya bahwa lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi selirih civitas akademika. Oleh karena itu kami mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama membangun kesadaran, mencegah segala bentuk pelecehan, serta menciptakan budata saling menghormati,” tulis FISIP Untirta dalam akun instagram @fisipuntirta_

BantenNews.co.id telah berupaya menghubungi Ketua Satgas PPKS Untirta, Muhammad Uut Lutfi. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons pesan maupun panggilan dari wartawan.

 

Penulis: Audindra Kusuma

Editor: TB Ahmad Fauzi