Beranda Peristiwa Mahasiswa Soedirman 30 Demo di KP3B, Soroti Dampak Kenaikan BBM hingga Desak...

Mahasiswa Soedirman 30 Demo di KP3B, Soroti Dampak Kenaikan BBM hingga Desak Perampasan Aset Koruptor

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang

SERANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan memperberat beban masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa membawa poster dan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan energi, pengendalian harga pangan, hingga pemberantasan korupsi. Mereka menilai kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai kepada masyarakat.

Koordinator aksi, Bento, mengatakan dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan, tetapi juga berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi karena biaya distribusi barang menjadi lebih tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut berisiko meningkatkan harga sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari, terutama di Banten yang masih bergantung pada pasokan bahan pokok dari luar daerah.

“Ketika biaya transportasi naik, efeknya bisa menjalar ke berbagai sektor. Harga kebutuhan pokok berpotensi ikut terdorong karena distribusi menjadi lebih mahal,” kata Bento saat menyampaikan orasi.

Selain menyoroti kebijakan BBM, mahasiswa juga mengangkat isu kemiskinan dan daya beli masyarakat. Mereka menilai kelompok berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling rentan apabila kenaikan biaya energi diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok.

Dalam orasinya, massa juga mengaitkan persoalan ekonomi dengan upaya pemberantasan korupsi. Mereka menilai kebocoran anggaran dan praktik korupsi masih menjadi hambatan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Korupsi merugikan negara dan berdampak langsung terhadap pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu penindakan harus diperkuat,” ujar Bento.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama, yakni menurunkan harga BBM, menjamin ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta mempercepat pengesahan regulasi perampasan aset hasil tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Ini Cara Bertahan Hidup ABK yang Selama  Seminggu Dinyatakan Hilang di Laut

Aksi berlangsung di depan gerbang KP3B dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa secara bergantian menyampaikan orasi sebelum akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Penulis: Audindra
Editor: Usman Temposo