Beranda Peristiwa Mahasiswa Dorong KPK Percepat Penyidikan Kasus TPPU Wawan

Mahasiswa Dorong KPK Percepat Penyidikan Kasus TPPU Wawan

91
0
Sejumlah mahasiswa dari Komunitas Soedirman 30 mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mempercepat penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Tubagus Chaeri Wardhana (TCW) alias Wawan. (Fotografer: Qizink/Bantennews.co.id)

SERANG – Sejumlah mahasiswa dari Komunitas Soedirman 30 mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mempercepat penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Tubagus Chaeri Wardhana (TCW) alias Wawan.

Desakan ini disampaikan saat melakukan aksi di depan kampus UIN SMH Banten, Jumat (27/7/2018). Aksi ini menyikapi tidak adanya Wawan di dalam selnya saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin, Bandung.

“Kami mendorong KPK mempercepat proses penyelesaian kasus TPPU yang dilakukan TCW. Usut tuntas pihak-pihak yang menerima dana korupsi TCW. Kami juga dorong KPK memiskinkan TCW dengan menyita seluruh kekayaannya yang diduga didapat dari hasil korupsi,” ujar Fakih Helmi, salah seorang mahasiwa dalam orasinya.

Mahasiswa menduga, tidak adanya Wawan dalam sel Sukamiskin memperkuat indikasi bahwa adik dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tersebut masih melakukan intervensi dalam proyek-proyek di Pemprov Banten. Mahasiswa juga menyoroti banyaknya pejabat Pemprov Banten yang sering berkunjung ke Wawan di Lapas Sukamiskin.

“Tentu kita tidak mempersoalkan dengan banyaknya pejabat yang menjenguk atau silaturahmi dengan TCW, tapi kita sangat mempersoalkan betul jika kunjungan itu untuk mengatur proyek yang ada di Pemprov Banten,” tegasnya.

Oleh karena itu, mahasiswa juga mendesak agar Gubernur dan Wakil Gubernur Banten menindak pegawai Pemprov Banten yang terindikasi menjadi kaki tangan Wawan dalam mengatur proyek di Pemprov Banten.

Dalam aksi ini mahasiswa melakukan aksi teaterikal yang menggambarkan kondisi Wawan di dalam penjara tetapi bisa mengontrol pegawai pemerintahan. (Ink/Red)

loading...