Beranda Peristiwa Mahasiswa Banten Desak Pemerintah Gratiskan Tes PCR

Mahasiswa Banten Desak Pemerintah Gratiskan Tes PCR

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Serang berunjuk rasa

SERANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Serang berunjuk rasa di tengah Lampu Merah, Ciceri, Kota Serang, Kamis (25/11/2021). Mereka mendesak pemerintah untuk menggratiskan tes PCR bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami juga mendesak KPK segera memeriksa Erick Thohir dan Luhut B Pandjaitan; atau presiden memberikan intruksi kepada KPK untuk memeriksa kedua pejabat tersebut,” kata Reski Pamungkas, koordinator aksi.

Dia mengatakan kesehatan dan ekonomi merupakan sektor kebutuhan dasar manusia, tanpanya manusia tidak dapat melanjutkan hidup. Tanggung jawab negara memfasilitasi pemenuhan kebutuhan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Dalam rangka penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional, pemerintah mengeluarkan kebijakan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 yang membentuk suatu Komite.

Komite yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden memiliki tugas menyusun rekomendasi kebijakan strategis, mengintegrasikan dan menetapkan langkah-langkah pelaksaaan serta terobosan yang diperlukan, melakukan mentoring dan evaluasi pelaksanaan untuk percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.

“Untuk mengetahui seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak, haruslah terlebih dahulu melakukan tes PCR. PT GSI sebagai perusahaan swasta baru didirikan April 2020, mengelola laboratorium umum dan menjalankan bisnis tes PCR. Selama ini tes PCR selalu mengalami peningkatan maupun penuruan harga; dari Rp200 ribu hingga Rp2 juta,” ucapnya.

Kemudian ditengah situasi krisis kesehatan dan ekonomi, Partai Rakyat Adil dan Makmur (PRIMA) melaporkan kepada KPK atas terdapatnya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Erick Thohir (ET) sebagai Menteri BUMN dan Luhut B Pandjaitan (LBP) sebagai Menteri Koordinator Maritim dan Investasi.

“Laporan dugaan tersebut berdasarkan penelusuran majalah Tempo bahwa saham PT GSI dimiliki oleh Yayasan Adaro Bangun Energi-organisasi nirlaba di bawah PT Adaro Energy milik Garibaldi Thohir, kakak ET serta PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi yang memiliki afiliasi dengan LBP. Selain itu, ET adalah Ketua Pelaksana dan LBP adalah Wakil Ketua II berdasarkan Perpres No 82 Tahun 2020,” ucapnya. (Dhe/Red)