Beranda Peristiwa Macet Panjang di Jalur Padarincang–Palima Sejak Sore, Warga Keluhkan Tak Ada Pengaturan...

Macet Panjang di Jalur Padarincang–Palima Sejak Sore, Warga Keluhkan Tak Ada Pengaturan Lalu Lintas

Arus lalu lintas di ruas Jalan Padarincang, Kabupaten Serang menuju Palima, Kota Serang, mengalami kemacetan panjang hingga Minggu (5/7/2026) malam

SERANG – Arus lalu lintas di ruas Jalan Padarincang, Kabupaten Serang menuju Palima, Kota Serang, mengalami kemacetan panjang hingga Minggu (5/7/2026) malam. Kendaraan roda dua maupun roda empat hanya dapat bergerak merayap akibat antrean yang mengular di sepanjang jalur tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan kendaraan terjadi dari arah Padarincang menuju Kota Serang. Deretan mobil dan sepeda motor tampak memenuhi badan jalan sehingga laju kendaraan tersendat.

Salah seorang warga sekitar, Muhib, mengatakan kemacetan mulai terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga malam hari, kondisi lalu lintas belum juga terurai.

“Macet sudah mulai sekitar jam empat sore. Sampai malam ini masih padat merayap, belum juga lancar,” ujarnya.

Menurut Muhib, hingga malam hari belum terlihat petugas kepolisian yang melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi kemacetan.

Ia menduga kepadatan kendaraan dipicu oleh tingginya aktivitas kendaraan yang keluar masuk SPBU Ciomas di jalur menuju Kota Serang. Kondisi tersebut dinilai memperlambat arus kendaraan yang memang sudah padat.

“Penyebabnya diduga karena kendaraan keluar masuk dari SPBU Ciomas arah Kota Serang. Ditambah belum ada petugas yang mengatur lalu lintas, akhirnya antrean kendaraan semakin panjang,” katanya.

Menurutnya, kemacetan di jalur Padarincang–Palima memang kerap terjadi ketika volume kendaraan meningkat, terutama di sekitar persimpangan dan akses menuju fasilitas umum.

Ia berharap pihak kepolisian bersama instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan maupun rekayasa lalu lintas agar kepadatan kendaraan dapat segera terurai dan aktivitas masyarakat kembali lancar.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo