Beranda Ramadan Maaf-Memaafkan di Hari Lebaran Lebih Afdol Bertemu Sanak Keluarga

Maaf-Memaafkan di Hari Lebaran Lebih Afdol Bertemu Sanak Keluarga

Ilustrasi - foto istimewa liputan6.com

TANGERANG – Umat Muslim bersuka xita menyambut Hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Rabu (5/6/2019). Dalam kebiasaan masyarakat di hari Lebaran, banyak diantara masyarakat mengunjungi sanak saudaranya untuk bermaaf-maafan setelah melakukan salat Ied.

Namun apa jadinya jika ada pihak yang mempertanyakan asal muasal dali atau rujukan terkait maaf-memaafkan itu baik dari Al-Qur’an maupun Hadits.

Ustadz kondang dari Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Ustadz Abdul Muid mengungkapkan, sudah ada dalil yang jelas yang tertera dalam Al-Qur’an maupun Hadits prihal maaf memaafkan saat Idul Fitri.

“Dalam Qur’an itu sudah ada dalilnya, yaitu dalam surat Attaghobun ayat 14 yang artinya: Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” jelas Abdul Muid saat ditemui di kediamannya di Jalan Pasar Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/6/2019).

Lebih lanjut dirinya menuturkan, ayat tersebut berlaku dalam kondisi secara umum, baik maaf-memaafkan pada hari lebaran maupun hari-hari biasa, dan baik kepada anak-istri maupun kepada seluruh umat manusia.

“Ya sebetulnya ini kan tradisi aja bahwa lebaran itu identik dengan maaf-maafkan, tapi kan yang terpenting maaf memaafkan itu jangan hanya pada hari lebaran aja. Jika ada orang yang memusuhi kita, ya kita maafkan siapa saja itu meski hari biasa,” tukasnya.

Ustadz yang menjabat sebagai Sekjen MUI Kecamatan Kresek itu melanjutkan, dalil maaf-memaafkan itu tidak hanya tertera dalam Qur’an melainkan juga Hadits.

“Kalo dalam Hadits itu begini kira-kira bunyinya: Apabila ada dua orang muslim bertemu, maka hendaklah berjabat tangan, makan niscaya Allah akan mengampuni keduanya,” katanya yang mengutip dalam Hadits nabi yang tidak disebutkan riwayatnya.

Jadi memaafkan itu, sambungnya, tidak cukup hanya dari jauh, namun akan lebih baik jika salah satunya menemuinya, lalu berjabat tangan untuk memaafkan. Dan inilah yang terjadi di hari raya Idul Fitri.

“Ini juga sebetulnya yang menjadi adat kita sebagai orang Indonesia, selalu memaafkan apabila ada orang berbuat salah. Selain itu juga momen maaf-maafkan itu juga kan untuk menyambung tali silaturahmi,” ungkapnya.

“Jadi ada dua keuntungan di momen itu. Pertama, kita mendapat pahala karena memaafkan orang lain, dan kedua persaudaraan kita tetap berjalan,” tandasnya. (Ihy/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News