Beranda Pendidikan Luncurkan Kota Serang Cerdas, Budi Rustandi Siapkan Beasiswa Kuliah Satu Kelurahan Satu...

Luncurkan Kota Serang Cerdas, Budi Rustandi Siapkan Beasiswa Kuliah Satu Kelurahan Satu Sarjana

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi meluncurkan program Kota Serang Cerdas.

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi meluncurkan program Kota Serang Cerdas sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Program yang diluncurkan di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Senin (26/10/2026), tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu biaya kuliah mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kualitas tenaga pendidik.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi.

“Di sini pemerintah hadir untuk memberikan beasiswanya kepada mereka yang tidak mampu, tapi punya keinginan ingin maju, ingin kuliah. Dan kita support kalau kuliah,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan digitalisasi pelayanan publik. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan juga harus menjadi prioritas agar masyarakat Kota Serang memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang.

Sebagai bagian dari program tersebut, Pemkot Serang menargetkan pelaksanaan program satu kelurahan satu sarjana mulai tahun ini. Sementara program satu kecamatan satu dokter direncanakan berjalan pada 2027.

“Insyaallah untuk satu kelurahan satu sarjana ini juga tahun ini akan kita laksanakan. Dan insyaallah tahun depan satu kecamatan satu dokter,” ujarnya.

Budi menyadari, mewujudkan program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, Pemkot Serang membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan kalangan pengusaha untuk membantu pembiayaan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia secara khusus berharap perguruan tinggi, terutama yang memiliki fakultas kedokteran, dapat ikut berkontribusi membuka kesempatan bagi putra-putri daerah yang bercita-cita menjadi dokter, tetapi terkendala biaya.

Baca Juga :  Andra Soni Minta Tunjangan Guru di Banten Tidak Terlambat

Budi menegaskan, peluncuran Kota Serang Cerdas harus diikuti dengan pelaksanaan program yang jelas, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia tidak ingin program tersebut berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

“Kota Serang Cerdas tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah saja. Perlu ada sinergi dengan beberapa pihak,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Budi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan diminta mengawal pelaksanaan program di bidang masing-masing, sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika berperan memperluas sosialisasi kepada masyarakat.

“Jadikan Kota Serang Cerdas ini sebagai gerakan bersama yang diwujudkan melalui program kerja yang terukur, pelayanan yang semakin baik, serta inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Zaenal Mutaqin, yang mewakili Gubernur Banten Andra Soni, menilai pembangunan pendidikan di Kota Serang memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan Provinsi Banten.

Menurutnya, peluncuran Kota Serang Cerdas harus menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan hasil yang dapat dievaluasi secara nyata.

“Keberhasilan pembangunan pendidikan di Kota Serang akan menjadi tolok ukur kemajuan Provinsi Banten secara keseluruhan. Karena itu, peluncuran hari ini bukan sekadar seremoni, ini adalah komitmen kerja bersama yang akan kita ukur hasilnya,” kata Zaenal.

Ia menjelaskan, Banten memiliki peluang besar untuk mendorong pembangunan melalui bonus demografi. Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang disampaikannya, jumlah penduduk Banten telah melampaui 13 juta jiwa, dengan 70,12 persen di antaranya berada pada usia produktif.

Namun, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan kompetensi agar dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Banten Siapkan 105 Talenta Muda Tembus Beasiswa Dunia

“Bonus demografi bukan hadiah yang datang otomatis,” ujarnya.

Zaenal juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim dan cuaca ekstrem, dinamika geopolitik dan geoekonomi, hingga perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Karena itu, menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus mampu mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perubahan zaman. Kepercayaan publik juga perlu dijaga sebagai fondasi hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan pembangunan.

“Kota Serang adalah kota muda yang terus tumbuh dengan peluang besar sekaligus tuntutan besar bagi sekolah-sekolahnya,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Zeka Bachdi, menjelaskan bahwa program Serang Cerdas tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa bagi mahasiswa. Program tersebut juga akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui dukungan pendidikan bagi guru.

“Serang Cerdas ini kan pintu awal membuka semua peluang pendidikan yang ada di Kota Serang. Nanti guru juga kita berikan beasiswa,” jelas Zeka.

Ia mengatakan, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki mutu pendidikan di Kota Serang. Untuk itu, Dindikbud akan melakukan verifikasi terhadap guru yang dinilai layak menerima beasiswa.

Proses tersebut akan mempertimbangkan kecakapan dan kinerja guru, termasuk melalui penilaian yang dilakukan di tingkat kecamatan.

“Nanti kita lihat di kecamatan-kecamatan, tes kecakapan guru. Kita lihat kecakapan gurunya, sehingga nanti bagian dari launching Serang Cerdas itu bukan saja fokus kepada satu sarjana satu kelurahan, tetapi tentunya berimbas kepada dunia pendidikan, salah satunya peningkatan mutu pendidikan lewat guru yang akan kita berikan beasiswa,” ujarnya.

Tim Redaksi