Beranda Kesehatan LSL Dominasi Kasus HIV di Cilegon, Dinkes Temukan 42 Kasus

LSL Dominasi Kasus HIV di Cilegon, Dinkes Temukan 42 Kasus

Kepala Dinkes Kota Cilegon Ratih Purbamasari. (Maulana/bantennews)

CILEGON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat kelompok Laki Suka Laki (LSL) mendominasi temuan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang 2026.

Dari total 42 kasus yang ditemukan hingga Mei 2026, sekitar 20 kasus berasal dari kelompok LSL dan dua di antaranya telah berkembang menjadi AIDS.

Kepala Dinkes Kota Cilegon, Ratih Purnamasari mengatakan, kelompok LSL menjadi populasi dengan jumlah kasus HIV tertinggi berdasarkan hasil skrining dan penemuan kasus yang dilakukan jajarannya.

“Oh iya, didominasi LSL. Kalau tidak salah, terakhir itu ada 42 kasus, LSL-nya 20-an,” kata Ratih, Senin (27/7/2026).

Data Dinkes juga menunjukkan laki-laki mendominasi jumlah penderita HIV. Hingga April 2026, Dinkes mencatat 36 laki-laki dan enam perempuan terdiagnosis HIV.

Dari sisi usia, kelompok 25 hingga 49 tahun menjadi kelompok terbanyak dengan 26 kasus. Selebihnya berasal dari kelompok usia di bawah 25 tahun dan di atas 50 tahun.

Ratih mengungkapkan, sebagian besar penderita yang terdata justru berasal dari luar Kota Cilegon. Hingga April 2026, Dinkes mencatat 20 penderita berasal dari luar daerah.

Berdasarkan pekerjaan, karyawan swasta menempati posisi tertinggi. Dinkes juga menemukan kasus pada kalangan pelajar atau mahasiswa, buruh kasar, ibu rumah tangga, pekerja seks, wiraswasta, pengangguran, serta sejumlah kasus yang belum teridentifikasi pekerjaannya.

Ratih menegaskan, data tersebut berasal dari hasil penelusuran aktif di lapangan. Dinkes terus memperluas skrining untuk menemukan lebih banyak penderita agar segera menjalani pengobatan dan tidak menularkan virus kepada orang lain.

“Kita menemukan, kemudian kita konseling, terus kita tes darahnya. Kita harus menemukan sebanyak-banyaknya, khawatir fenomena gunung es, nanti kita obati,” ujarnya.

Dinkes Cilegon juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan HIV, serta memanfaatkan layanan konseling dan tes HIV di fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Proyek PSEL Butuh Rp35 Miliar, DPRD Cilegon Dorong Pangkas Belanja Dinas

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd