Beranda Peristiwa Longsor Susulan Terjadi di Padarincang, Warga Diminta Segera Mengungsi ke Tempat Aman

Longsor Susulan Terjadi di Padarincang, Warga Diminta Segera Mengungsi ke Tempat Aman

Warga bencana tanah longsor di Kecamatan Padarincang mengungsi

KAB. SERANG – Penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Padarincang terus dilakukan secara intensif oleh pemerintah daerah dan unsur terkait. Wakil Bupati Serang bersama Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Banten, Kalaksa BPBD Kabupaten Serang, serta unsur TNI-Polri dan relawan meninjau langsung lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga di posko pengungsian Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memastikan kondisi para pengungsi serta ketersediaan logistik di posko. Berdasarkan data sementara, mayoritas pengungsi merupakan ibu-ibu dan anak-anak. Sementara itu, warga yang masuk dalam kategori rentan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pemantauan secara berkala di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.

“Kami bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan intensif di lokasi. Kondisi tanah masih labil sehingga potensi longsor susulan masih ada,” ujar Ajat dalam keterangannya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan terbaru, pada pukul 00.05 WIB telah terjadi longsor susulan di sekitar titik bencana. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat yang berada di sekitar atau dekat dengan titik longsor agar segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman.

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegasnya.

BPBD Kabupaten Serang juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten serta instansi terkait guna memastikan proses evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan darurat berjalan optimal, sembari menunggu kondisi cuaca dan tanah kembali stabil.

Tim Redaksi