Beranda Peristiwa Listrik Malingping Padam hingga Malam, Pengusaha Merugi

Listrik Malingping Padam hingga Malam, Pengusaha Merugi

Mantor ULP PLN Malingping. (Istimewa)

LEBAK – Pemadaman listrik di sejumlah wilayah kerja PLN ULP Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, molor hingga Jumat (9/10/2026) malam. Warga mengeluhkan jadwal pemadaman yang meleset, sementara pelaku usaha perikanan harus merogoh kocek lebih dalam untuk menjaga ikan tetap hidup.

PLN semula menjadwalkan pemadaman pukul 08.30 hingga 16.00 WIB untuk pemeliharaan jaringan. Namun, hingga malam hari, warga masih merasakan dampak pemadaman yang mengganggu aktivitas mereka.

Berdasarkan surat pemberitahuan PLN, pemadaman mencakup Desa Ciruji, Cidahu, Cisampih, Cilegong Ilir, serta sebagian Desa Jalupang Girang.

Yudha, warga Desa Cilegong Ilir, mengaku kecewa karena pemadaman berlangsung melampaui jadwal. Kondisi itu mengganggu acara tasyakuran keluarga yang telah ia rencanakan sebelumnya.

“Sebagai konsumen tentu kami merasa dirugikan. Apalagi hari itu kami menggelar acara tasyakuran, sehingga acara yang sudah direncanakan tidak berjalan maksimal,” kata Yudha, Sabtu (10/10/2026).

Yudha memahami kebutuhan PLN untuk memelihara jaringan listrik. Namun, ia meminta perusahaan listrik tersebut menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal atau segera memberikan informasi jika terjadi kendala.

“Sebetulnya, kami menghormati jika PLN melakukan pemeliharaan jaringan. Namun, jika melewati batas waktu pemberitahuan, itu merupakan kelalaian pihak terkait,” tegasnya.

Keluhan lebih serius datang dari Majid, pelaku usaha perikanan yang bergantung pada aliran listrik untuk menjalankan sistem sirkulasi air. Saat listrik padam, sirkulasi air terganggu dan meningkatkan risiko ikan kekurangan oksigen hingga mati.

Untuk mencegah kerugian lebih besar, Majid terpaksa mengoperasikan generator set (genset). Langkah darurat itu menambah biaya operasional karena ia harus membeli bahan bakar hingga sekitar delapan liter sehari.

“Dampak mati listrik, yang paling dirugikan dibandingkan usaha lain itu usaha ikan ini, karena sirkulasinya mati. Salah satu solusinya harus menggunakan genset,” ungkap Majid.

Baca Juga :  Dihargai Murah, Warga Pemilik Lahan Jalan Tol Serang-Panimbang Geruduk BPN Lebak

Pemadaman listrik juga bukan kali pertama merugikan usahanya. Majid mengaku pernah kehilangan hampir satu kuintal ikan akibat kejadian serupa.

“Pernah waktu itu kejadian mati lampu, dan mengalami kerugian hampir satu kuintal, ikan mati,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN ULP Malingping, Arie Firmansyah meminta maaf karena pemadaman berlangsung melebihi jadwal. Ia mengatakan petugas lapangan menghadapi kendala saat mengganti kabel jaringan listrik.

“Tadi berdasarkan informasi dari teman-teman di lapangan, ada kendala di pekerjaannya. Pada pergantian kabel ada kendala, dan saya belum menerima informasi lebih lanjut mengenai detail kendala yang menyebabkan pekerjaan tersebut melampaui waktu yang telah dijadwalkan,” kata Arie.

Arie berjanji mengevaluasi tim pelaksana agar pekerjaan pemeliharaan berikutnya berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan PLN harus memastikan pasokan listrik kembali normal sesuai waktu yang tercantum dalam pemberitahuan.

“Jadi kalau ada pemadaman, harus sesuai dengan jadwal. Kalau misalkan jam empat, maka jam empat harus nyala,” tegasnya.

Arie kembali meminta maaf kepada pelanggan dan menyatakan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar pemadaman berkepanjangan tidak kembali terjadi.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd