Beranda Uncategorized Limbah Diduga Meluap ke Pemukiman Warga, Dewan Sidak Pabrik di Periuk

Limbah Diduga Meluap ke Pemukiman Warga, Dewan Sidak Pabrik di Periuk

1176
0

TANGERANG – Jajaran Komisi IV DPRD Kota Tangerang melalukan inspeksi mendadak (Sidak) di PT Calindo Damai Sejahtera Abadi yang berada di Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Jumat (11/9/2020). Sidak tersebut menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran limbah pabrik di wilayah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Sumarti mengatakan, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti aduan warga yang mengeluh soal limbah pabrik aluminium yang mencemari lingkungan. “Kita melakukan sidak karena ada aduan masyarakat terkait limbah B3 ini, karena sangat bahaya sehingga kita langsung menindaklanjuti,” katanya kepada awak media ditemui usai sidak.

Dalam sidak tersebut Komisi IV DPRD Kota Tangerang didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Lurah Gembor dan RT di wilayah tersebut. Mereka melihat proses pengolahan limbah di pabrik tesebut.



Selain itu, mereka juga melihat proses pembuangan limbah dengan menyusuri selokan di bagian samping pabrik. “Proses pembuangan limbah kurang lebih ada 17 titik. Pembuangan dari poin paling depan itu airnya bening, setelah pembuangan yang kelima air mulai berwarna putih sampai ke titik ujung,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara, PT Calindo Damai Sejahtera Abadi diduga membuang limbah sembarangan sehingga mencemari lingkungan warga.

“Untuk sementara iya (diduga membuang limbah), karena tadi begitu kita jalan proses dari awal memang limbah hanya dari PT Calindo. Tapi untuk selanjutnya nanti kita lihat kembali setelah ada hasil pengujian,” ujarnya.

Sumarti mengaku akan menindaklanjuti kasus dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik ini. Dia juga mengaku akan bertindak tegas sesuai dengan sanksi yang berlaku jika pabrik ini terbukti membuang limbah sembarangan. “Kalau memang terbukti sanksinya bisa administratif dengan dilakukan peneguran. Jika tetap bandel bahkan bisa sampai ditutup pabriknya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Haerudin mengatakan, lingkungan warga tercemar karena limbah pabrik yang diduga berasal dari PT Calindo Damai Sejahtera Abadi.

Dampak pencemaran lingkungan akibat limbah, selain kerap mencium aroma tak sedap warga juga mengalami gatal-gatal. “Memang sudah lama pembuangan pabrik seperti ini, warga mencium bau dan gatal-gatal. Kita minta ke depannya pembuangan limbah jangan seperti ini,” ungkapnya.

Lurah Gembor Sobri menambahkan lingkungan RT 04/RW 02 kerap tergenang air terutama musim hujan. Selain air hujan, genangan ini diduga terkontaminasi air limbah pabrik. “Keluhan ini sudah sekitar sebulan yang lalu. Yang terdampak ketika genangan sekitar 50 KK dengan kira-kira 200 jiwa,” imbuhnya. (Tra/Wan/Red)