PROVINSI Banten dikenal sebagai wilayah yang sejak berabad-abad lalu menjadi simpul perdagangan internasional. Interaksi pedagang Nusantara, Arab, Eropa, dan Tiongkok membentuk lanskap budaya yang beragam. Salah satu jejak paling nyata dari perjumpaan itu adalah berdirinya vihara-vihara tua yang hingga kini masih aktif digunakan. Berikut lima vihara tua di Banten yang menyimpan nilai sejarah, spiritual, dan kebudayaan tinggi.
1. Vihara Avalokitesvara – Banten Lama, Kota Serang
Vihara Avalokitesvara merupakan vihara tertua dan paling bersejarah di Banten. Diperkirakan berdiri pada abad ke-16, vihara ini sezaman dengan masa kejayaan Kesultanan Banten. Letaknya yang berada di kawasan Banten Lama menegaskan peran penting komunitas Tionghoa dalam aktivitas pelabuhan dan perdagangan internasional kala itu.
Keunikan vihara ini adalah harmoni sejarahnya: berdiri di kawasan yang juga menjadi pusat Islam (Masjid Agung Banten), tanpa konflik keyakinan. Hingga kini, Vihara Avalokitesvara menjadi pusat perayaan Imlek, Cap Go Meh, serta ritual keagamaan umat Buddha dan penganut Tridharma dari berbagai daerah.
2. Vihara Boen Tek Bio – Pasar Lama, Kota Tangerang
Vihara Boen Tek Bio didirikan pada akhir abad ke-17, menjadikannya salah satu vihara tertua di wilayah Tangerang sekaligus Banten. Vihara ini erat kaitannya dengan sejarah komunitas Cina Benteng, kelompok Tionghoa peranakan yang telah menetap ratusan tahun di Tangerang.
Arsitektur vihara masih mempertahankan gaya klasik Tiongkok dengan dominasi warna merah, ornamen naga, dan altar kayu tua. Boen Tek Bio bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan budaya, tradisi Imlek, dan simbol identitas Cina Benteng yang menyatu dengan budaya lokal.
3. Vihara Padmasari – Pasar Lama, Kota Tangerang
Masih berada di kawasan Pasar Lama, Vihara Padmasari diperkirakan telah berdiri lebih dari satu abad lalu. Vihara ini menjadi pelengkap ekosistem spiritual masyarakat Tionghoa di Tangerang, khususnya bagi umat Buddha Mahayana dan Tridharma.
Meski tidak sebesar Boen Tek Bio, Vihara Padmasari dikenal sebagai tempat sembahyang yang tenang dan sakral. Keberadaannya memperkuat fakta bahwa kawasan Pasar Lama sejak lama menjadi pusat pemukiman dan aktivitas sosial masyarakat Tionghoa di Banten bagian utara.
4. Vihara Ananda Avalokitesvara – Rangkasbitung, Kabupaten Lebak
Vihara Ananda Avalokitesvara merupakan vihara tua dan paling menonjol di wilayah Banten Selatan. Berdiri sejak awal abad ke-20, vihara ini menjadi pusat ibadah umat Buddha di Rangkasbitung dan sekitarnya.
Nilai historis vihara ini bukan hanya pada usia bangunannya, tetapi juga pada perannya sebagai penjaga keberlangsungan komunitas minoritas di wilayah yang relatif homogen secara budaya dan agama. Hingga kini, vihara ini tetap menjadi pusat perayaan Imlek, Waisak, serta kegiatan sosial lintas masyarakat.
5. Vihara Gunashambara – Tangerang
Vihara Gunashambara termasuk vihara tua di Tangerang yang telah berdiri sejak pertengahan abad ke-20, dan berkembang seiring pertumbuhan pemukiman masyarakat Tionghoa di wilayah tersebut. Meski lebih muda dibanding vihara lain dalam daftar ini, Gunashambara memiliki nilai sejarah penting sebagai penopang kehidupan spiritual komunitas Buddha lokal.
Vihara ini dikenal dengan praktik ibadah yang sederhana dan khusyuk, mencerminkan semangat Buddhisme yang membumi dan dekat dengan masyarakat.
Tim Redaksi
