CILEGON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menyatakan ledakan dan kepulan asap di PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) mengandung senyawa kimia Terephthalic Acid (TA). Meski demikian, DLH memastikan kadar zat yang terdeteksi masih berada di bawah ambang batas dan tidak membahayakan masyarakat.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengukuran kualitas udara dengan memasang dua alat pendeteksi di sekitar lokasi kejadian.
“Kami memasang dua alat pendeteksi udara. Setelah 15 menit di satu titik, alat kami pindahkan ke lokasi ledakan sesuai SOP. Hasil pengukuran menunjukkan seluruh parameter masih di bawah ambang batas dan dalam kondisi aman,” kata Sabri, Selasa (26/5/2026).
Sabri menjelaskan, insiden tersebut terjadi saat proses pencampuran Terephthalic Acid (TA) dengan air pada suhu tinggi. Menurutnya, asap yang terlihat membumbung ke udara didominasi uap air, bukan zat kimia berbahaya.
“Material yang keluar merupakan campuran air dan TA. Namun yang naik ke udara lebih banyak berupa uap air, karena TA berbentuk serbuk. Paparan serbuk justru lebih banyak berada di area sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Meski warga sempat mengeluhkan bau menyengat yang tercium hingga permukiman sekitar, DLH menegaskan hasil pemantauan tidak menemukan kadar zat berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi insiden kedua yang terjadi di titik yang sama dalam lima tahun terakhir. Sabri mengungkapkan kejadian serupa pernah terjadi pada 2021.
“Pada kejadian tahun 2021, semburan mengarah ke area Pertamina. Sedangkan kali ini semburan mengarah ke dalam kawasan pabrik,” katanya.
Saat ini, aparat dari Polda Banten masih menyelidiki penyebab pasti ledakan yang mengakibatkan tiga korban mengalami luka bakar dan gangguan kesehatan tersebut.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
