Beranda Kesehatan Lebak Jadi Lokasi STRIDES-GHS, Pemkab Perkuat Deteksi Dini Penyakit Zoonosis

Lebak Jadi Lokasi STRIDES-GHS, Pemkab Perkuat Deteksi Dini Penyakit Zoonosis

Plt. Kepala Bappeda Lebak, Widy Ferdian dalam sebuah acara. (Mg-Aldo Marantika/Bantennews)

LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memperkuat sistem deteksi dini penyakit zoonosis setelah pemerintah menetapkan daerah itu sebagai salah satu lokasi intervensi penuh program Strengthening Infectious Disease Detection Systems-Global Health Security (STRIDES-GHS).

Program ini menyasar penguatan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kemampuan daerah menghadapi zoonosis serta penyakit infeksius baru yang berpotensi memicu pandemi.

Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebak, Widy Ferdian mengatakan, program STRIDES-GHS mendorong koordinasi lintas sektor agar daerah mampu mendeteksi dan merespons ancaman penyakit sejak dini.

“Program ini untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular, khususnya penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia,” kata Widy, Jumat (28/8/2026).

Lebak masuk enam daerah yang mendapat intervensi penuh bersama Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sukoharjo.

Program berlangsung September hingga Desember 2026. Pemerintah Amerika Serikat melalui U.S. Department of State mendukung pendanaan program tersebut, sedangkan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi pelaksana utama.

Widy mengatakan, penguatan laboratorium veteriner menjadi salah satu prioritas.

Program mencakup pelatihan biosafety dan biosecurity, peningkatan kemampuan diagnostik molekuler, penguatan sekuensing genomik, dukungan peralatan, serta penguatan sistem rujukan spesimen.

“Penguatan laboratorium sangat penting karena deteksi menjadi kunci mencegah penyakit meluas,” ujarnya.

Pemkab Lebak juga memperkuat sistem informasi dan pelaporan zoonosis melalui IV Lab serta interoperabilitas pelaporan melalui iSIKHNAS. Pemkab mengintegrasikan data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan melalui pendekatan One Health.

“Kita ingin sistem informasi dan data tidak hanya menjadi laporan administratif, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Pelaporan yang cepat dan terintegrasi akan membantu pemerintah merespons lebih tepat ketika menemukan indikasi penyakit atau outbreak,” kata Widy.

Baca Juga :  Kembali Raih Opini WTP, Kinerja Keuangan Pemkot Cilegon Masih Dihujani Persoalan

Program ini juga mencakup penguatan surveilans, deteksi outbreak, serta tim koordinasi daerah. Pemkab Lebak akan menguji kesiapan menghadapi ancaman wabah melalui simulation exercise (SimEx), termasuk skenario epidemi dan pandemi influenza.

“Siap-siaga harus dibangun sebelum terjadi wabah. Kita perlu menyiapkan sistem, sumber daya, fasilitas dan koordinasi yang mampu bergerak cepat ketika ada ancaman,” tegasnya.

Widy berharap STRIDES-GHS memperkuat ketahanan kesehatan Kabupaten Lebak, terutama dalam mendeteksi ancaman penyakit, merespons wabah, dan melindungi masyarakat.

“Penguatan kapasitas deteksi, surveilans, laboratorium, sistem informasi, serta koordinasi lintas sektor akan menjadi modal penting bagi daerah dalam meningkatkan ketahanan kesehatan dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit infeksius,” pungkasnya.

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd