Beranda Sosial dan Budaya LAZ Harfa Buka Bersama di Pelosok Desa

LAZ Harfa Buka Bersama di Pelosok Desa

129
0
LAZ Harfa mengadakan acara “Bukber” atau Buka Puasa Bersama yang diadakan di pelosok desa, tepatnya di Kampung Batu Payung, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang

SERANG – LAZ Harfa mengadakan acara “Bukber” atau Buka Puasa Bersama yang diadakan di pelosok desa, tepatnya di Kampung Batu Payung, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan ini diikuti oleh 36 kepala keluarga (KK) dan tokoh masyarakat setempat. Desa Sorongan  merupakan desa binaan dari LAZ Harfa, dan di Kampung Batu Payung saat ini 85% masyarakatnya sudah menggunakan cubluk sebagai tempat untuk buang air dan akan berangsur-angsur beralih menggunakan jamban, sebab sebelumnya mereka masih “Dolbon” atau modol di kebon. Sejak LAZ Harfa datang memberikan advikasi, perilaku tersebut menjadi berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Tujuan diadakannya bukber ini untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat di pelosok desa dengan LAZ Harfa dan  mewujudkan harapan para kaum dhuafa untuk bisa merasakan berbuka puasa dengan berbeda dan penuh kebahagiaan. Semua kalangan baik bapak-bapak, anak-anak dan ibu-ibu menyambut dengan penuh antusias acara bukber ini, sebab jarang sekali ada acara kumpul buka bersama-sama seperti ini.

“Alhamdulillah dapat mempererat persaudaraan, hal ini yaitu untuk silaturahmi juga agar masyakarat setempat dapat semakin mengenal dan dekat dengan para Field Facilitator (Pendamping Desa) yang sengaja diutus oleh LAZ Harfa di pelosok-pelosok desa di Banten,” ungkap Supriyadi,  Koordinator Pendamping Desa, Minggu (26/5/2019).

Untuk dapat sampai ke pedesaan, rute yang dilalui cukup jauh dan juga terjal. Melewati hutan lalu  menyebrangi sungai menggunakan ‘getek’ yang kondisinya sudah mulai rapuh apalagi jika musim hujan maka getek jarang digunakan. Tak cukup di situ, rombongan LAZ Harfa harus melewati rimbunnya hutan kembali.

Begitulah yang harus masyarakat lakukan setiap saatnya jika hendak keluar dari kampungnya. Bahkan beberapa diantara mereka tak pernah mengenal bagaimana wujud pusat kota Pandeglang sendiri.

Sutisna, salah satu penerima manfaat mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur sekali dengan adanya buka puasa bersama ini.

“Alhamdulillah, terimakasih sudah mau pada ke sini jauh-jauh dari kota, maaf kami disini nggak bisa balas apa-apa cuma bisa ngedoain biar dikasih selamat, dijauhkan dari marabahaya dan dilindungi sama gusti Allah,” ujarnya.  (Ink/red)