Beranda Komunitas LAZ Harfa Banten Berdayakan Warga Bangun 10.000 Jamban

LAZ Harfa Banten Berdayakan Warga Bangun 10.000 Jamban

541
0
Perwakilan dari LAZ Harfa dan Caritas Australia berfoto bersama warga penerima manfaat program. (Foto : istimewa)

SERANG – Sekitar 50 ribu warga Pandeglang yang biasa buang air besar sembarangan atau di kebun (dolbon) sudah berubah perilakunya. Saat ini, mereka sudah membiasakan diri buang air besar di jamban. Berubahnya perilaku kurang sehat ribuan warga tersebut merupakan hasil dari pemberdayaan LAZ Harfa bekerjasama dengan Caritas Australia. Sudah ada 10.000 jamban yang dibangun LAZ Harfa dengan cara pemberdayaan maayarakat.

Dalam upaya mengubah perilaku warga tersebut, LAZ Harfa menjalankan program pemberdayaan jamban dengan berlandaskan proyek pengembangan ekonomi dan kesehatan berbasis masyarakat.

Selasa (13/11/2018) kemarin, perwakilan LAZ Harfa bersama Caritas Australia mengunjungi Desa Gayong dan Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, dalam rangka kunjungan ke desa melihat perkembangan pemberdayaan yang ada di masyarakat serta meninjau langsung prosesnya.

Jamban ke 10.000
Tembus 10.000 hasil capaian target LAZ Harfa dalam pembuatan jamban di masyarakat Pandeglang melalui model edukasi CLTS. ”Warga membangun 10.000 jamban, atau sebanyak 50.000 lebih warga telah berubah pola perilakunya dari buang air besar sembarangan kini mereka memiliki jamban sendiri, dan semua hasil ini dicapai tanpa subsidi satu rupiah pun,” ujar Indah Prihanande, Direktur LAZ Harfa Banten kepada wartawan, Kamis (15/11/2018)

Indah juga menjelaskan bahwa banyak warga yang tadinya membuang hajat sembarangan, kini tidak lagi. “Para perempuan  juga kini tidak lagi harus membangunkan suami untuk BAB tengah malam di kebon belakang rumah mereka,” ujarnya.

Sementara Paul O’Callaghan, CEO Caritas Australia menuturkan bahwa program ini adalah salah satu program terbaik yang pernah dilihatnya karena ini menunjukkan sekelompok warga yang bekerja sangat baik dengan dukungan dari LAZ Harfa dan Caritas untuk membuat sebuah perubahan besar bagi masa depan warga.

“Ini adalah hal yang sangat baik bagi kita bisa mengunjungi masyarakat di desa ini karena kita telah mendengar langsung dari para ibu tentang perubahan besar di kehidupan mereka atas hasil bantuan langsung dari LAZ Harfa dan dukungan Caritas. Dan ini adalah hal yang sangat menginspirasi bisa melihat bagaimana masyarakat bersama-sama dalam meningkatkan kehidupan mereka, bukan hanya bagi keluarganya tapi juga untuk seluruh masyarakat,” ujar Paul.

Menurutnya, sudah ada bukti dari perubahan besar yang telah mereka lakukan dengan membangun jamban sendiri tanpa subsidi satu rupiah pun hingga terbangun sampai 10.000.

Bukan hanya jamban yang dibangun, tetapi pola pemberdayaan perekonomian diterapkan seperti membuat kebun sayur di lahan pekarangan depan rumah warga, yang bertujuan untuk meminimalisir pengeluaran kebutuhan rumah tangga sehari-hari. (ink/red)