Beranda Sosial dan Budaya Lansia di Lebakwangi Habiskan Masa Tua  di Dapur Cucunya

Lansia di Lebakwangi Habiskan Masa Tua  di Dapur Cucunya

SERANG – Asibah (70), warga Kampung Kosambi Dalem, Desa/Kecamatan Lebakwangi menghabiskan masa tuanya dengan tinggal di dapur rumah cucunya.

Saat didatangi, wanita dengan 8 anak tersebut sedang berdiri di depan tempat tinggalnya. Asibah sudah pikun.  “Ada dua tahunan mah tinggal disini,” ujarnya, Jumat (13/7/2018).

Ketika sedang asik berbincang bersama, anak pertamanya yang bernama Juntiyah  datang. Dia bercerita, setiap pagi dan sore dirinya datang untuk memberi makan ibunya. Bahkan saat malam hari pun dirinya kerap melihat ibunya. “Kalau pagi itu kopi makannya nasi goreng dianterin dari subuh. Terus orang lain juga suka melihat kalau malam mah (jagain-red),” ujarnya.





Juntiyah menjelaskan, ibunya tersebut tinggal bersama cucunya. Namun cucunya itu kerap uring uringan, lantaran sang nenek sudah bermasalah dengan pencernaannya. Tiap kali makan sang ibu pun langsung buang air.

Ia mengatakan, sudah 8 bulan cucu Asibah menjadi TKI. Ia pergi sekitar 8 bulan lalu. Juntiyah yang kini merawat sang ibu. “Anaknya itu ada 8 semuanya, tapi yang hidup cuma 3, saya (Juntiyah), Salka dan mang Bari. Tapi kalau mang Bari mah enggak tahu di mana dia merantau,” tuturnya.

Juntiyah mengaku sudah pernah mencoba untuk mengobati ibunya di puskesmas terdekat. Namun sampai saat ini masih belum juga sembuh pencernaannya. “Diobati di puskesmas pernah,” ucapnya.

Camat Lebakwangi Epi S Sukma yang turut mengunjungi lansia tersebut mengaku prihatin melihat kondisi Asibah. “Saya dapat kabar itu tadi pagi, katanya ramai di instagram. Makanya saya langsung ajak kasie kesos kesini,” ujarnya.

Namun dirinya terkejut, ketika datang ke lokasi saat itu sang anak yakni Juntiyah sedang memberi makan ibunya. Padahal dalam informasi yang beredar sang nenek itu telantar. “Pas saya kunjungi anaknya bawa makanan, berartikan ada perhatian. Dia dikasih makan dan BAB-nya juga dibersihkan sama anaknya. Padahal saya datang tanpa ngasih tahu keluarganya,” tuturnya.

Sementara, Ketua Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Marphindo Desra Chaniago mengatakan karena sang anak tidak mengizinkan untuk membawa ibunya ke dinsos pihaknya pun akan mencoba mengkomunikasikan agar tempat tinggalnya saja yang direhab. Agar Asibah bisa tinggal di tempat yang layak. (ink/red)