Beranda Peristiwa Lansia Asal Pamarayan Ditemukan Tewas Mengambang di Bendungan, Keluarga Sebut Sudah Dua...

Lansia Asal Pamarayan Ditemukan Tewas Mengambang di Bendungan, Keluarga Sebut Sudah Dua Hari Hilang

Polisi mengevakuasi jasad warga Pamarayan yang ditemukan mengambang di Bendungan Pamarayan Baru. (Rasyid/BantenNews.co.id)

SERANG – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengambang di aliran Bendungan Pamarayan Baru, Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Selasa (20/5/2026), akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Samin (85), warga Kampung Pasir Sempur, Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga yang tengah mencari ikan di sekitar bendungan.

Kapolsek Cikeusal, Iptu Hairus Saleh, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Apendi saat sedang menjala ikan di lokasi kejadian.

“Korban pertama kali ditemukan saksi bernama Apendi saat sedang menjala ikan di Bendungan Pamarayan Baru,” katanya, Kamis (21/5/2026).

Melihat jasad mengambang, saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Cikeusal bersama warga lalu mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengecekan identitas korban,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya diketahui pergi ke rumah adiknya, Sarap (80), di Kampung Besi Pasir Sempur, Desa Sangiang, pada Minggu, dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

Namun, korban pulang tanpa pamit pada pagi hari dan tidak pernah tiba di rumah hingga akhirnya ditemukan tewas mengambang di bendungan.

Menurut polisi, korban diketahui mengalami pikun dan kerap berada di sekitar bantaran sungai maupun area pemakaman umum.

“Korban diduga terpeleset saat berada di pinggir sungai lalu tenggelam terbawa arus bendungan,” jelasnya.

Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk pemeriksaan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

“Keluarga meminta agar jasad segera diserahkan untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo