Beranda Peristiwa Langganan Banjir, Warga Kresek Minta Pemkab Tangerang Perbaiki Tanggung Jebol

Langganan Banjir, Warga Kresek Minta Pemkab Tangerang Perbaiki Tanggung Jebol

Banjir akibat tanggul jebol di Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang. (Istimewa)

KAB. TANGERANG – Warga Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk meminta pemerintah pusat segera melakukan perbaikan tanggul Sungai Cidurian yang telah jebol selama belasan tahun.

Tanggul yang berfungsi menahan luapan air sungai tersebut hingga kini belum juga diperbaiki. Akibatnya, wilayah Desa Pasir Ampo kerap menjadi langganan banjir setiap kali debit air Sungai Cidurian meningkat.

Di desa tersebut terdapat lima titik tanggul jebol dengan total lebar mencapai 115 meter. Kondisi ini diduga kuat menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang.

Kepala Dusun Desa Pasir Ampo, Sukemi, mengungkapkan bahwa warga sudah hampir 11 tahun hidup dalam kondisi pasrah setiap kali Sungai Cidurian meluap. Padahal, kata dia, permohonan perbaikan telah berulang kali diajukan kepada pemerintah, namun belum mendapat respons nyata.

“Saya minta kepada pemerintah agar segera memperbaiki tanggul Sungai Cidurian. Ada lima titik tanggul yang jebol dengan total lebar sekitar 115 meter,” ujar Sukemi, Rabu (7/1/2026).

Banjir akibat luapan Sungai Cidurian yang terjadi beberapa hari lalu merendam sedikitnya 115 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 100 sentimeter. Selain itu, pendangkalan sungai turut mempercepat meluapnya air saat hujan deras.

Tak hanya permukiman warga, jebolnya tanggul juga berdampak pada sektor pertanian. Sebanyak 35 hektare lahan sawah terendam banjir dan dipastikan mengalami gagal panen.

“Sudah pasti gagal panen, karena sawah terendam air berhari-hari,” ungkap Sukemi.

Sementara itu, salah seorang warga, Edi Munadi, mengaku terpaksa mengungsikan keluarganya setiap kali banjir datang. Ia bersama istri, satu anak, dan dua cucunya harus mengungsi ke sebuah bedeng karena rumah tidak bisa ditempati.

Baca Juga :  Pemprov Banten Usulkan Sport Center Jadi PSN

“Saya, istri, satu anak, dan dua cucu harus mengungsi karena tidak ada tempat untuk tidur,” katanya.

Penulis: Saepulloh
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd