Beranda Peristiwa Lahan Tambang yang Pernah Gersang Mulai Hidup Kembali: 19.089 Pohon Ditanam di...

Lahan Tambang yang Pernah Gersang Mulai Hidup Kembali: 19.089 Pohon Ditanam di Kabupaten Serang

Gubernur Banten Andra Soni, Pangdam III/Siliwangi, Forkopimda, TNI–Polri, akademisi, BUMN/BUMD, perusahaan, kelompok tani hutan, dan pelajar turut hadir dalam kegiatan

SERANG – Belasan ribu bibit pohon ditanam di area Brigif TP 87/Salakanagara, Waringinkurung, Kabupaten Serang, sebagai upaya memulihkan lahan eks tambang galian C. Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) bekerja sama dengan Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), industri, kelompok masyarakat, TNI, serta berbagai organisasi dan lembaga lainnya.

Aksi kolaboratif tersebut menjadi penanda bahwa lahan yang sebelumnya rusak kini mulai dipulihkan dalam momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon (BMN) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2025.

Gubernur Banten Andra Soni, Pangdam III/Siliwangi, Forkopimda, TNI–Polri, akademisi, BUMN/BUMD, perusahaan, kelompok tani hutan, dan pelajar turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa gerakan menanam pohon merupakan kerja kolektif yang tidak boleh terputus.

Ia menyatakan bahwa lokasi kegiatan dipilih karena merupakan lahan bekas tambang yang harus dipulihkan, sekaligus menjadi simbol bahwa kerusakan lingkungan dapat diperbaiki apabila semua pihak bergerak bersama. Menurutnya, keberadaan lahan kritis di Banten, khususnya di Lebak dan Pandeglang, merupakan alarm keras yang menuntut sinergi lintas sektor, termasuk Satgas dan penegakan aturan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur meluncurkan BANG KALIANDRA (Pembangunan Gerakan Kelola Lingkungan Daerah Sejahtera), sebuah identitas gerakan daerah yang mendorong masyarakat mencatat aktivitas lingkungan seperti menanam pohon, membuat biopori, memilah sampah, memelihara daerah aliran sungai, hingga berbagai bentuk konservasi lainnya.

Ketua HMPI 2025 sekaligus Kepala DLHK Banten, Wawan Gunawan, melaporkan bahwa sebanyak 19.089 pohon ditanam, terdiri dari 15.115 pohon kayu-kayuan dan 3.974 pohon buah-buahan (MPTS). Penanaman dilakukan di Brigif 87 dan Yonif 841 sebagai lokasi utama dengan total 7.334 bibit, serta di 23 kelompok tani hutan, sekolah, dan tiga batalyon TNI lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan tanpa menggunakan APBD, sepenuhnya hasil kolaborasi dan CSR perusahaan.

Baca Juga :  2 Hari Hilang di Sungai Sanggoma Warga Patia Belum Ditemukan

Kepala Bidang PPK DLHK Banten, Irwan Setiawan, menyebut 101 perusahaan berpartisipasi dan berharap keterlibatan mereka berlanjut. Ia juga menuturkan bahwa DLHK membutuhkan tambahan PPLH (Pengawas Lingkungan Hidup) agar pengawasan pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat berjalan optimal.

Direktur PATTIRO, Fitria Muslih, menilai kegiatan ini sebagai praktik baik kolaborasi lingkungan karena melibatkan lebih dari 100 perusahaan, bukan hanya pemerintah dan masyarakat. Ia menyebut kondisi lahan yang awalnya gersang kini mulai menghijau sebagai bukti bahwa rehabilitasi lahan kritis bukan hal mustahil. Menurutnya, kontribusi perusahaan dalam reklamasi dan penghijauan juga dapat menjadi indikator penilaian PROPER karena rekam jejak perusahaan harus tercermin dalam kepeduliannya terhadap lingkungan.

Selain penanaman pohon, kegiatan sosial turut digelar, antara lain pembagian 100 paket sembako untuk warga, santunan untuk 50 anak yatim, bantuan alat sekolah bagi 50 siswa, serta pengobatan gratis untuk 200 warga. DLHK Banten juga memberikan Piagam Sekolah Adiwiyata kepada 56 sekolah, menyelenggarakan kampanye lingkungan melalui penampilan lagu oleh SMKN 4 Pandeglang dan alumni Fakultas Kehutanan IPB, serta mengadakan pemilihan Perempuan Iklim 2025.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo