SERANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Serang memasuki tahap akhir. Tingginya jumlah pendaftar membuat kuota SMP negeri tidak mampu menampung seluruh calon siswa.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mencatat 8.839 calon peserta didik mengikuti SPMB tahun ini. Sementara seluruh SMP negeri hanya memiliki kapasitas sekitar 8.559 siswa. Akibatnya, sekitar 280 calon siswa belum mendapatkan kursi di sekolah negeri.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan pemerintah telah menyiapkan solusi agar seluruh anak tetap melanjutkan pendidikan.
“Dari 8.839 pendaftar, masih ada sekitar 280 calon siswa yang belum tertampung di SMP negeri. Kami akan mengarahkan mereka ke sekolah swasta, khususnya 14 sekolah swasta gratis yang sudah bekerja sama dengan pemerintah,” kata Nuri, Rabu (8/7/2026).
Nuri menjelaskan, kerja sama dengan 14 sekolah swasta gratis menjadi langkah untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh hak pendidikan meski tidak lolos ke SMP negeri.
Meski begitu, Dindikbud tetap memberi kebebasan kepada orang tua memilih sekolah swasta lain sesuai kebutuhan dan kemampuan.
“Kami memberikan pilihan kepada masyarakat. Jangan pesimis menyekolahkan anak di sekolah swasta karena kualitas sekolah swasta saat ini juga semakin kompetitif,” ujarnya.
Ia menegaskan kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Serang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak putus sekolah.
Tahun ini, Kota Serang mencatat sekitar 13 ribu lulusan SD. Namun, tidak seluruh lulusan mengikuti SPMB SMP negeri. Sebagian memilih melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Rakyat, pondok pesantren, maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Kami terus memperbarui data agar tidak ada anak yang putus sekolah. Jika ada yang belum melanjutkan pendidikan, kami akan mendorong mereka kembali bersekolah. Namun, banyak juga yang memilih pondok pesantren karena minat masyarakat Kota Serang terhadap pendidikan pesantren cukup tinggi,” katanya.
Setelah pengumuman hasil SPMB, sekolah menjadwalkan daftar ulang pada 7–10 Juli 2026. Selanjutnya, sekolah akan mengukur seragam gratis bagi peserta didik baru sebagai persiapan tahun ajaran 2026/2027.
“Setelah itu kami melakukan pengukuran seragam gratis sesuai ukuran masing-masing siswa. Kami juga meminta seluruh guru menyiapkan pembelajaran yang berkualitas agar proses belajar mengajar berjalan optimal sejak hari pertama,” ujar Nuri.
Sebanyak 14 SMP swasta telah menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk menerima calon siswa yang tidak tertampung di SMP negeri.
Ke-14 sekolah tersebut meliputi SMP Insan Madani, SMP Islam Plus Al-Muhawaroh, SMP Khairul Huda, SMP PGRI I Kota Serang, SMP Al Wutsqo, SMP Ardaniah Kota Serang, SMP Murrurrohman, SMP Bani Zein, SMP Islam Darul Yakin, SMP Al-Khaeriyah Pengampelan, SMPIT Nurudz Dzikri, SMP Insaniyah, SMP Darunnajah, dan SMP Al Azhar Kota Serang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berharap seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan daya tampung SMP negeri.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
