
LEBAK — Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Lebak menambah kuota siswa untuk tahun ajaran 2026/2027. Kenaikan jumlah peserta didik ini berasal dari hasil penjangkauan yang dilakukan pendamping sosial di lapangan.
Kabid Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Iwan Khairil Anwar mengatakan, kuota siswa Sekolah Rakyat tahun ini mencapai 270 orang. Jumlah itu naik dibanding tahun ajaran sebelumnya yang hanya menampung 200 siswa.
“Totalnya 270 peserta didik, mencakup seluruh jenjang. Jumlah ini naik dibanding angkatan lalu yang hanya 200 orang,” kata Iwan, Kamis (2/7/2026).
Iwan menjelaskan, pihaknya memprioritaskan penerimaan siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.
Dari hasil penjangkauan, kuota jenjang Sekolah Dasar hanya terisi satu rombongan belajar atau 30 siswa. Sementara jenjang SMP terisi dua rombel dengan total 120 siswa, dan SMA dua rombel dengan total 120 siswa.
“Untuk SD hanya satu rombel atau 30 orang. Sementara SMP dua rombel 120 siswa, dan SMA dua rombel 120 siswa,” ungkapnya.
Menurut Iwan, minimnya jumlah siswa di jenjang SD dipicu kekhawatiran orang tua yang belum siap melepas anak tinggal di asrama.
“Masalah utamanya ada di izin orang tua. Banyak yang khawatir karena anak SD dianggap belum bisa mengurus diri saat tinggal di asrama,” ujarnya.
Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Pemkab Lebak memprioritaskan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar bisa mengakses pendidikan tanpa biaya.
“Prioritas kami untuk Desil 1 terlebih dahulu. Kalau kuotanya belum terpenuhi, baru lanjut ke Desil 2. Program ini fokus membantu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar mendapat akses pendidikan gratis,” tandasnya.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd