Beranda Peristiwa Kunjungi Warga Terdampak Gempa Banten, Mensos Berikan Ratusan Paket Bantuan

Kunjungi Warga Terdampak Gempa Banten, Mensos Berikan Ratusan Paket Bantuan

Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi lokasi Gempa di Kabupaten Pandeglang - (Foto Memed/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi warga terdampak gempa bumi di Kampung Kroya, Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (3/8/2019).

Dalam kunjungan ini Mensos menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemkab Pandeglang yang diterima oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita sebesar Rp 240.935.000. Bantuan ini untuk korban bencana gempa bumi Banten, yang terdiri dari 500 Tenda Gulung, 500 lembar selimut, 800 makanan siap saji, 300 paket lauk pauk, 20 boks Perlengkapan Keluarga, 20 ribu bungkus mie instan.

“Pemerintah ingin memastikan warga terdampak gempa tertangani dengan baik dan mereka mendapatkan bantuan setelah bencana gempa bumi,” kata Mensos saat meninjau rumah warga yang terdampak gempa.





Sementara itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyampaikan, Kementerian Sosial sangat cepat dan tanggap dalam perlindungan korban bencana gempa bumi yang dialami sebagian warga Pandeglang seperti halnya saat tsunami Selat Sunda Desember 2018 lalu.

“Sinergi yang baik ini sangat penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak bencana,” ujar Irna.

Marsani (55) dan istrinya Salinah (50) pasangan suami istri yang rumahnya rusak akibat gempa bumi bercerita bahwa saat kejadian ia bersama keluarganya sedang berada di dalam rumah.

“Saya sedang bermain dengan cucu Fahri (10 bulan) lalu berlari ke luar rumah. Baru beberapa saat di teras, atap rumah mulai berjatuhan dan tembok roboh,” kata Salinah.

Marsani dan Salinah berhasil menyelamatkan diri bersama cucu dan anak bungsu mereka Mulyawati (22). Kini Marsani mengungsi ke rumah anak sulungnya yang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.

“Alhamdulillah terima kasih atas bantuan dan perhatian Pak Menteri,” tutur pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petani. (Med/Red)