Beranda Pemerintahan Kunjungi Bronbeek Museum, Tim Polda Banten Identifikasi Nilai Seni Golok Banten di...

Kunjungi Bronbeek Museum, Tim Polda Banten Identifikasi Nilai Seni Golok Banten di Belanda

Tim Golok Polda Banten menyerahkan Buku The Golok karya Kapolda Banten Irjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto saat mengunjungi Bronbeek Museum, Arnhem, Belanda pada Jumat (16/12/2022). (Ist)

BELANDA – Tim Golok Polda Banten mengunjungi Bronbeek Museum yang berada di Arnhem, Belanda. Kunjungan tersebut masih dalam misi untuk bisa menyampaikan atau mendaftarkan Golok Banten sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.

Bronbeek Museum menjadi salah satu museum yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan Belanda. Kawasan dengan luas sekitar 3 hektare tersebut juga menjadi tempat untuk tinggal para veteran perang termasuk tentara KNIL yang dulu berdiam di Indonesia dan peringatan atau commemoration korban perang Belanda di beberapa negara termasuk Indonesia dengan mendirikan tugu-tugu peringatan.

Kunjungan tim di Broonbeek disambut oleh Johanes van den Akker selaku Wakil Kepala Museum juga kurator benda seni koleksi museum.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan kunjungan tim pada Jumat (16/12/2022) untuk berdiskusi terkait koleksi Golok Banten dan bendera Kesultanan Banten.

Broonbeek Museum menjadi museum ketiga yang telah dikunjungi Tim Golok Polda Banten. Sebelumnya, tim telah bertandang ke Voolkenkunde Museum di Leiden dan The National Maritime Museum yang berada di Amsterdam.

“Tim berdiskusi spesifik tentang koleksi Golok Banten dan gambar bendera Kesultanan Banten yang sudah didapatkan infomasinya oleh Tim Golok Polda Banten di Museum Maritim Nasional sebelumnya,” kata Shinto.

Kemudian tim diajak melihat beberapa koleksi, terlihat benda seni jenis Keris Bali yang terpajang bersama dengan gambar-gambar lainnya.

Dalam kunjungan kali ini, tim disarankan untuk dapat melihat koleksi golok dalam katalog online di situs www.bronbeek.nl dan buku katalog museum yang telah dipesan lantaran kondisi museum saat itu sedang dalam renovasi sehingga tidak memungkinkan untuk melihat koleksi golok.

Kendati demikian, Shinto menyebutkan Wakil Kepala Broonbek Museum yang akrab disapa Hans tersebut mengakui terdapat banyak golok yang dikoleksi oleh museum, namun diketahui secara umum bahwa golok tersebut berasal dari Jawa tanpa spesifikasi rinci asalnya.

Selanjutnya Tim Polda Banten memberikan Buku The Golok karya Kapolda Banten Irjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto untuk menjadi tambahan koleksi di bibliothek atau perpustakaan museum.

“Tim akan selalu berkomunikasi dengan semua pihak untuk mendukung niat mendaftarkan Golok Banten ke Unesco,” ungkap Shinto.

Hans yang juga fasih berbahasa Indonesia mengaku senang atas kunjungan Tim Polda Banten dan berterimakasih kepada Kapolda Banten atas pemberian Buku The Golok.

“Selain menambah koleksi, tentu saja isi buku ini menjadi sumber informasi penting bagi kami untuk menselaraskan narasi dan nilai budaya pada benda seni yang selama ini menjadi koleksi museum, buku ini menjadi referensi buat museum kami,” ucap Hans.

(Red)