Beranda Bisnis Kumi-Kumi, Jamu Kekinian yang Tren di Masa Pandemi

Kumi-Kumi, Jamu Kekinian yang Tren di Masa Pandemi

Olivia bersama Kaesang Pangarep dalam Acara Podkaest Sang pada November 2020 (Ist)

KAB. SERANG – Minuman tradisional banyak diminati akhir-akhir ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang makin meluas. Minuman-minuman tradisional seperti jamu sekarang banyak dikemas dengan kemasan kekinian dan diolah dengan rasa yang dapat disukai berbagai kalangan namun tidak mengurangi khasiatnya.

Olivia Paudi (35) bersama suaminya memulai bisnis minuman sehat yang diberi nama “Kumi-Kumi” sejak tahun 2015 yang berada di Perumahan Cilegon Indah Blok C, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Sebelum memulai bisnis minuman sehat ini, ia bersama suaminya membuka toko komputer di salah satu mall yang berada di Kota Cilegon. Produk-produk yang ia jual pertama kali di Kumi-Kumi adalah minuman sari kedelai edamame, puding sedot, serta cold pressed juice.

“Anak saya kan waktu kecil alergi susu sapi, jadi saya bikin minuman pengganti susu sapi dan akhirnya saya jual sari kedelai edamame, puding sedot, cold pressed juice, dan lain-lain,” ujarnya pada Bantennews.co.id, Kamis (6/5/2021).

Ketika menjual sari kedelai edamame, Olivia dan suaminya sempat mengalami kesulitan dikarenakan masa simpannya yang kurang tahan lama sehingga saat pengiriman produk tersebut menjadi cepat basi.

Namun, Olivia bersama suaminya terus mencoba berinovasi dengan memulai membuat produk-produk olahan yang berasal dari rempah-rempah.

“Saya coba menawarkan minuman yang enak tapi sehat dengan membuat minuman herbal yang mengganti asam jawa menjadi lemon supaya rasa tidak terlau “jamu” banget. Karena jamu dianggap minuman untuk orang sakit atau orang lanjut usia, jadi saya menggunakan lemon agar rasanya lebih bisa diterima segala usia tapi manfaatnya tetap dapat,” katanya.

Produk-produk yang tersedia di Kumi-Kumi saat ini adalah Edamame Original, Edamame Gula Aren, Lemon Grass yang terbuat dari lemon, sereh, selasih, dan gula. Kemudian, ada Djamoe Rempah yang terbuat dari jahe, kunyit, temulawak, lemon, gula aren, garam himalaya, serta Lemon Jahe yaitu minuman sehat yang terbuat dari lemon, jahe, dan gula aren.

Olivia mengambil nama unik yaitu Kumi-Kumi yang menurut bahasa numerologi, Kumi-Kumi sendiri memiliki arti peduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, dan kreatif.

“Jadi saya berharap Kumi-Kumi bisa memberikan produk yang selain enak tapi bermanfaat bagi tubuh,” lanjutnya.

Di awal bisnisnya, Olivia memasarkan produk-produknya dengan cara door to door dan mengikuti bazaar. Hingga akhirnya ia bekerja sama dengan temannya yang berada di Tangerang yang bersedia menjadi distributor.

“Awalnya door to door, ke dinas-dinas pemerintahan di Cilegon, KP3B, ikut bazaar-bazaar juga. Kebetulan di Tangerang ada teman yang bersedia untuk menjadi distributor jadi saya lebih mudah untuk mempromosikan ke pelanggan-pelanggan di luar Cilegon,” ujar Olivia.

Untuk menikmati minuman sehat yang berada di Kumi-Kumi tidak perlu merogoh kocek yang banyak sebab harga minumannya dibanderol dengan harga Rp 15 ribu per botolnya. Para pelanggan yang tertarik untuk menikmati minuman sehat dapat langsung memesan melalui instagram @kumikumi_indonesia dan nomor WhatsApp yang tertera di akun resmi Instagram milik Kumi-Kumi.

Minuman-minuman sehat yang Olivia dan suaminya jual tidak memakai pengawet dan berbentuk frozen sehingga dapat dikirim ke luar kota Cilegon. Dengan daya tahan simpan di suhu ruang sekitar 3-4 hari, di kulkas sekitar 2 mingguan dan di freezer bisa mencapai 6 bulan.

Pada tahun 2020, Kumi-Kumi juga pernah menjadi salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beruntung untuk diundang dalam Podkaest Sang bersama Kaesang. Tujuan dari adanya program tersebut adalah untuk mempromosikan UMKM yang ada di daerah-daerah Indonesia.
(Nin/Red)