Beranda Peristiwa KUMALA dan Karang Taruna Bantu Air Bersih di Lebak Selatan

KUMALA dan Karang Taruna Bantu Air Bersih di Lebak Selatan

KUMALA bersama Karang Taruna menyalurkan air bersih kepada masyarakat di Lebak Selatan. (istimewa)

LEBAK – Krisis air bersih di wilayah Malingping Utara, Kabupaten Lebak, mendorong Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) dan Karang Taruna Kabupaten Lebak turun menyalurkan bantuan air kepada warga, Jumat (23/10/2026).

Kolaborasi dua organisasi kepemudaan ini membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun, mereka menegaskan bantuan darurat tidak boleh menjadi solusi permanen atas persoalan akses air bersih.

Ketua KUMALA Komisariat Cilangkahan, Ihlal mengatakan, mahasiswa harus hadir langsung ketika masyarakat menghadapi persoalan mendasar, termasuk kesulitan memperoleh air bersih.

“Bagi kami, gerakan mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada diskusi, kritik, dan wacana. Mahasiswa harus mampu hadir secara nyata di tengah masyarakat dan ikut mencari solusi atas persoalan yang dihadapi rakyat,” kata Ihlal.

Menurutnya, krisis air bersih bukan sekadar persoalan teknis. Keterbatasan akses air berdampak pada kesehatan, kebersihan lingkungan, aktivitas rumah tangga, hingga kualitas hidup warga.

Ihlal menegaskan, pemerintah daerah perlu mengambil langkah berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan saat krisis terjadi. Pemerintah harus memastikan layanan air bersih menjangkau warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak, Kuncoro menilai, kolaborasi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dapat memperkuat respons terhadap persoalan sosial masyarakat.

“Kami memandang bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara Karang Taruna dan Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Kuncoro.

Ia meminta pemerintah daerah, masyarakat, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan memperkuat kerja sama untuk mengatasi krisis air bersih. Menurutnya, pemerintah perlu memetakan wilayah terdampak, memastikan sumber air tersedia, serta memperbaiki infrastruktur distribusi.

Kuncoro menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan bantuan darurat. Pemerintah perlu menyusun langkah antisipasi agar warga Malingping tidak terus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.

Baca Juga :  RSUD H Uwes Qorny Cilograng Diresmikan, Warga Tak Perlu Lagi Berobat Ke Sukabumi

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd