Beranda Berita Kulit Tangkil dan Martabak Sebabkan Inflasi di Serang

Kulit Tangkil dan Martabak Sebabkan Inflasi di Serang

Salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Rau, Kota Serang. (Foto: Ade/Bantennews.co.id)

SERANG – Kota Serang menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Provinsi Banten pada kuartal Oktober 2022 year to year. Berdasarkan data BPS, tercatat angka inflasi mencapai 7,54 persen.

Asisten Daerah II (Asda II) Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Yudi Suryadi mengatakan penyebab tingginya angka inflasi di Kota Serang bukanlah berasal dari harga sembako melainkan disumbang oleh harga non sembako seperti tarif angkutan kota (angkot), melinjo atau kulit tangkil hingga martabak.

“Penyumbang inflasi itu ada beberapa hal kalau dilihat dari BPS itu angkutan kota (angkot), bensin, rokok kretek, jeruk, martabak, tahu mentah, harga gas rumah tangga, pasir, tempe, melinjo (kulit tangkil),” kata Yudi.

Salah satu penyebab inflasi yang bisa ditangani oleh Pemkot Serang yakni dengan menetapkan tarif angkot. Pasalnya, hingga saat ini angkot tidak memiliki acuan ongkos bagi penumpangnya.

Kendati demikian, Yudi menyebutkan penetapan tarif angkot baru bisa dilakukan apabila sudah ada kebijakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. (Red)