Beranda Bisnis Kuliner Jadul di Cilegon Ini Tetap Bertahan di Masa Pandemi

Kuliner Jadul di Cilegon Ini Tetap Bertahan di Masa Pandemi

Mihyar, pemilik Kedai Keong Tutut Kang Iyar

CILEGON – Bertahan di masa pandemi bagi pelaku usaha apapun adalah tantangan tersendiri. Baik di bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang kreatif, bahkan bidang kuliner. Banyak yang kemudian harus memutar otak agar usahanya tidak mengalami kebangkrutan.

Mihyar, pemilik Kedai Keong Tutut Kang Iyar sempat mengalami penurunan omzet hingga mencapai 60%, namun masih bisa bertahan dengan terus berinovasi baik dalam menu maupun harga.

“Sebelum Corona kami punya 3 cabang, tapi sekarang cuma tinggal 2 cabang. Satu di Perumnas Cibeber dan satu di Temu Putih Cilegon,” terangnya saat ditemui di kedainya, Minggu (8/11/2020).





Saat ditanya alasannya kenapa memilih berjualan keong tutut, ia menuturkan karena ingin mengangkat kuliner zaman dahulu yang kebetulan belum banyak di Cilegon. Ini bisa jadi kesempatan yang baik. Apalagi sejak pertama kemunculannya di bulan September tahun 2016, sambutan dan animo masyarakat lumayan baik.

“Alhamdulillah, meski di masa pandemi begini, pelanggan kami masih setia pesan keong tutut di kedai saya,” ucapnya.

Selain menyediakan keong tutut kuah pedas, Mihyar terus berinovasi dengan menambahkan menu baru seperti aneka kerang, kepiting, dan gurita.

Sewaktu disinggung mengenai penerapan 3M di kedainya, dia dengan antusias menyampaikan kalau pegawainya dan para pembeli selalu diminta mematuhi protokol kesehatan.

“Saya sih berharap nggak ada lagi yang terserang virus corona ini. Mudah-mudahan pandemi lekas hilang agar perekonomian semakin membaik 100% seperti sebelum datangnya pandemi,” harapnya.

Mihyar juga mengajak kepada masyarakat untuk saling menyokong dan membeli dagangan satu dan yang lain supaya roda perekonomian terus berjalan.

(AU/Red/SG)