Beranda Pemerintahan KSO Tiga Tug Boat Dimulai, PT PCM Rahasiakan Identitas Perusahaan Mitra ?

KSO Tiga Tug Boat Dimulai, PT PCM Rahasiakan Identitas Perusahaan Mitra ?

Tug Boat Martha Venture yang dikelola PT PCM. (Gilang)

CILEGON – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dikabarkan sudah memulai Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak ketiga dalam pengoperasian layanan jasa pandu dan tunda tiga tug boat khusus kapal tongkang di perairan Suralaya dan wilayah utara, Bojonegara.

Hal itu diungkap oleh Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy beberapa hari lalu. “(KSO) Kapal sudah jalan untuk di utara, alhamdulillah aman,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah daerah dalam hal ini Walikota Cilegon sebagai pemegang saham atas salah satu BUMD tersebut mengklaim bahwa langkah KSO tanpa modal sepeser pun itu merupakan sebuah inovasi membanggakan yang akan menyumbang pendapatan daerah secara signifikan yakni Rp1 miliar per bulannya.

Baca : KSO Tiga Tug Boat Tambahan, PT PCM Bidik Pasar Bertarif Rupiah

Kendati sampai saat ini belum diketahui secara terperinci kajian bisnis atas asumsi pendapatan itu, namun Muhammad Willy mengaku optimis dapat mencapainya. “Insya Allah (target Rp1 miliar per bulan dapat tercapai-red),” imbuhnya.

Hingga berita ini dilansir, belum diketahui dengan siapa KSO itu dibangun dan tug boat apa saja yang dioperasikan. Manajemen PT PCM yang dikonfirmasi bahkan tidak berkenan untuk memberitahukan kepada wartawan yang mencari tahu informasi kaitan hal itu.

“Sejatinya memang PCM sampaikan, dengan siapa KSO itu dilakukan. Kita kan bicara BUMD, bukan soal dokumen negara yang memang harus dirahasiakan. Justru dengan KSO yang terbuka, kami juga kan bisa mengestimasi dividen itu bisa tercapai atau tidak,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Cilegon, Ayatullah Khumaini, Jumat (22/4/2022).

Politisi partai Golkar ini tidak menampik bila legislatif sejauh ini juga belum mengetahui adanya KSO yang sudah berjalan di PCM kaitan dengan inovasi pendapatan dari pasar tongkang tersebut.

“Bila itu dibahas di hearing atau pun dalam rapat gabungan, bagaimana kami akan memberikan pendapat atau masukan bila kami juga tidak tahu dengan perusahaan mana KSO itu dibangun. Makanya di sini perlu transparansi, dengan begitu integritas perusahaan mitra KSO kan bisa terpantau, apalagi di Cilegon juga banyak insan maritim,” jelasnya.

Senada, Plt Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cilegon, Sabri Mahyudin bahkan mengaku belum mengetahui bila KSO oleh salah satu BUMD tersebut sudah efektif berjalan. “Belum ada laporan, baru penyampaian secara lisan,” katanya melalui pesan singkat.

(dev/red)