Beranda Hukum Kriminalitas di Banten Naik Selama 2025, Polda Catat Lonjakan Kejahatan Transaksional dan...

Kriminalitas di Banten Naik Selama 2025, Polda Catat Lonjakan Kejahatan Transaksional dan Narkoba

Press release akhir tahun Polda Banten yang digelar di Gedung Gawe Kuta Baluwarti, Mapolda Banten, Jumat (26/12/2025).

SERANG – Jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polda Banten sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan. Data tersebut disampaikan dalam press release akhir tahun Polda Banten yang digelar di Gedung Gawe Kuta Baluwarti, Mapolda Banten, Jumat (26/12/2025).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 6.995 kasus tindak pidana, meningkat 128 kasus atau sekitar dua persen dibandingkan tahun 2024. Meski demikian, Polda Banten menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Peningkatan jumlah tindak pidana ini menjadi evaluasi serius bagi kami. Polda Banten terus bertransformasi menuju Polri Presisi dengan penegakan hukum yang profesional serta pelayanan publik yang semakin humanis,” ujar Irjen Pol Hengki.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, Korem 064/Maulana Yusuf, Kejaksaan Tinggi Banten, serta puluhan wartawan dari berbagai media.

Kapolda menjelaskan, dari total kasus yang tercatat, kejahatan konvensional mengalami penurunan sebanyak 40 kasus, sementara kejahatan transaksional justru meningkat signifikan hingga 163 kasus. Waktu terjadinya tindak pidana paling banyak tercatat pada rentang pukul 09.00 hingga 11.59 WIB.

Selain itu, sepanjang 2025 juga tercatat 93 peristiwa kebakaran dan 115 kasus penemuan mayat, dengan wilayah hukum Polresta Tangerang menjadi lokasi terbanyak.

Sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap jajaran Ditreskrimum Polda Banten, di antaranya kasus pemerasan proyek, pembunuhan sopir truk di Tol Merak–Jakarta, peredaran uang palsu, pemerasan oleh oknum LSM, pencurian kendaraan bermotor spesialis losbak, hingga pembunuhan berencana terhadap pengemudi ojek online.

Sementara itu, Ditreskrimsus Polda Banten mencatat peningkatan pengungkapan perkara dari 65 kasus pada 2024 menjadi 103 kasus di 2025. Kasus-kasus tersebut meliputi penyuntikan gas elpiji, pelanggaran perlindungan konsumen, tindak pidana korupsi, Minyakita, BBM oplosan, pertambangan ilegal, hingga kejahatan ITE seperti love scam.

Baca Juga :  Banten Jadi Gerbang Investasi Berkat Stabilitas Keamanan

Di bidang narkotika, tren peningkatan juga terjadi. Jumlah kasus naik dari 724 kasus pada 2024 menjadi 805 kasus di 2025. Kapolda menegaskan komitmen Polda Banten untuk memberantas peredaran narkoba tanpa kompromi.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku narkoba. Ini adalah ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan Banten,” tegasnya.

Meski dihadapkan pada peningkatan kriminalitas, Polda Banten tetap mencatat sejumlah capaian di sektor pelayanan publik dan program sosial. Dengan jumlah personel 7.843 anggota, rasio polisi dan masyarakat berada pada angka 1:1.026.

Dalam mendukung program Asta Cita Presiden, khususnya ketahanan pangan, Polda Banten berhasil melampaui target lahan Mabes Polri seluas 2.500 hektare dengan realisasi mencapai 3.388,2 hektare. Produksi jagung tercatat 2.863 ton, dengan tingkat serapan Bulog Banten mencapai 103,8 persen.

Selain itu, Polda Banten telah membangun 16 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 172 sekolah dengan 41.031 penerima manfaat, serta tengah menyelesaikan 47 unit SPPG tambahan yang ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan meningkat menjadi 2.179 kejadian atau naik sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, angka korban meninggal dunia berhasil ditekan dari 673 orang pada 2024 menjadi 485 orang di 2025.

Menutup pemaparannya, Irjen Pol Hengki menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Banten atas segala kekurangan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat demi mewujudkan Banten yang aman dan sejahtera,” pungkasnya.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo